Indonesia Consortium For Religious Studies (ICRS) yang merupakan Konsorsium Universitas Gadjah Mada, Universtitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Duta Wacana bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam Hal ini Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalbar dan British Council mengadakan Lokakarya Pengayaan Wacana Agama dan Keagamaan bertempat di Aula 2 Kanwil Kemenag Kalbar jl. Sutan Syahrir Pontianak, selasa (22/08).

Acara yang menghadirkan 100 (Seratus) peserta yang terdiri dari 52 orang penyuluh agama, perwakilan organisasi keagamaan, media massa baik cetak ataupun elektronik dan unsur pendidik yang kesemuanya mewakili 6 (enam) agama yang diakui di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu).

Saat ditemui ditempat terpisah, Kepala Subbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalbar, H.Nursyahid, S.Ag mengatakan bahwa Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang dipilih sebagai tempat dilaksanakannnya acara ini.

Nursyahid menjelaskan bahwa terdapat 6 (enam) provinsi yang menjadi tempat pelaksanaan Lokakarya ini. Menurut panitia pelaksana, terpilihnya Provinsi Kalimantan Barat ini karena Kalimantan Barat merupakan provinsi yang unik dengan masyarakat yang majemuk dari segi agama, suku dan ras. Karena tidak ada yang dominan secara signifikan, walau memang mayoritas penduduk Kalimantan Barat beragama Islam yaitu sekitar 57 % (berdasarkan data penduduk menurut agama Kanwil Kemenag Kalbar Tahun 2016).

Beliau kemudian berharap dengan adanya kegiatan ini, peserta kegiatan dapat menambah khasanah pengetahuan dari fasillitator dan narasumber yang dihadirkan oleh pihak ICRS diantaranya Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, Drs. H.Syahrul Yadi, M.Si. (Welsi_Inmas)

Berita: