Pada tahun 2017 ada 26 Madrasah di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat yang akan menerima bantuan sarana dan prasarana, pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala seksi Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah Drs. H. Aminudin di Hotel Merpati Pontianak, Rabu (14/6/2017). Ia menyatakan bahwa Madrasah calon penerima bantuan tersebut diikutsertakan dalam kegiatan Workshop Calon Penerima Bantuan Sarpras Madrasasah Swasta Tahun Anggaran 2017 selama 3 hari, dari tanggal 14-16 Juni 2017.

“Tujuan kegiatan Workshop ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta khususnya kepada Kepala Seksi dan Kepala Madrasah dalam mengelola program bantuan sarpras madrasah agar layanan pendidikan meningkat,” jelas Aminuddin saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan.

Lanjutnya saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bertekad untuk menata paradigma pelayanan pendidikan khususnya bidang sarana dan prasarana melalui berbagai program dan kegiatan sehingga dari mulai perencanaan bantuan sarpras dapat berjalan dengan baik.

“Paradigma manajemen sarpras harus dapat dipahami secara jelas dan benar, baik konsep maupun praktis oleh pelaksana kebijakan Kementerian Agama sehingga bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini Aminuddin berharap peserta dapat memahami mekanisme pencairan anggaran sarana dan prasarana madrasah sehingga layanan program sarpras menjadi bermutu dan berkualitas. “Semoga Worshop ini dapat menjadi wadah untuk mensosialisasikan beberapa regulasi program sarana dan prasarana madrasah kepada pengelola program dengan baik,” harap Aminuddin.

Kepada 40 peserta yang hadir dalam workshop tersebut panitia telah menyiapkan narasumber dari Pusat dan daerah.

Pemapar program materi dan metode pembahasan berasal dari Kemenag pusat yakni Kasubdit Sarpras Direktorat KSKK Madrasah Dr. Abdullah Alkholis dan Kasi Sarpras MTs pada subdit Sarpras Direktorat KSKK Madrasah, sedangkan dari daerah yaitu Kakanwil Kemenag Kalbar dan Bendahara Pendis Kanwil Kemenag Kalbar.

Untuk mencapai tujuan tersebut disiapkan materi tentang Kebijakan dan rencana strategis Pembangunan Sarana dan Prasarana Madrasah Direktorat KSKK Madrasah Tahun 2017, Kebijakan pengembangan sarana dan prasarana di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar dan Sosialisasi juknis RKB dan Rehabilitasi Madrasah Tahun 2017.

Prinsip pencairan Sarpras dan pemetaan masalah dan kebutuhan aplikasi SIM Sarpras Madrasah. Sedianya Kegiatan Workshop Calon Penerima Bantuan Sarpras Madrasah Swasta Tahun Anggaran 2017 akan dibuka oleh Kakakawil Kemenag Kalbar, namun karena saat yang sama beliau menghadiri kegiatan di Kemenag Kota Pontianak sehingga diwakilkan kepada Kabid Pendidikan Madrasah (Drs. H. Syarifendi) untuk membukanya.

Dalam sambutannya Syarifendi menyatakan bahwa untuk meningkatkan pelayanan Sarpras pendidikan, maka perlu adanya standar minimal yang harus dipenuhi, sehingga pendidikan madrasah tidak lagi dikategorikan sebagai pendidikan kelas dua dibanding dengan pendidikan lainnya karena ada nilai plus yang berciri keislaman.

“Sesuai dengan Renstara Kementerian Agama Bidang pendidikan tahun 2015-2019, maka peningkatan mutu relevansi dan daya saing pendidikan madrasah harus terwujud, oleh karena itu, komitmen untuk memnuhi kualitas sarana dan prasarana ditempuh dengan membuat regulasi, standarisasi, koordinasi dan evaluasi berdasarkan atas azas legalitas, efektifitas dan akuntabilitas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Kepala Madrasah dalam mengembangkan lembaganya tersebut yaitu dengan terbiasa mengatur diri tanpa meninggalkan tugas di madrasah, menggunakan bantuan yang diterima dengan sistem informasi yang akurat, mampu menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang ditentukan serta mampu mengembangkan diri untuk selalu berprestasi dan menjadi yang terbaik.

“Apabila empat prinsip diatas dapat dilaksanakan dengan baik maka Madrasah tersebut akan berkembang sesuai dengan standar layanan nasional, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah akan terus bertambah dan kualitas pendidikan meningkat,” jelas Syarifendi. (Ir-Inmas)