Empat hari akan berlalu sejak tanggal 1 November 2016 yang lalu para ASN dilingkungan Kankemenag KKU mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Pembentukan Jabatan Calon Penghulu Angkatan III, IV dan V di Kampus Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Untuk Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara sendiri, jumlah peserta yang ikut sebanyak 9 orang peserta, yang masing-masing angkatan terdiri dari 3 orang peserta asal Kankemenag KKU. Peserta yang dikirim pun tidak hanya menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan, akan tetapi dari JFU dan JFT yang telah lulus asesemen yang dilakukan oleh Balai Diklat Keagamaan Jakarta di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat beberapa bulan yang lalu.

Pada awalnya, ketika admin PIC Simdiklat Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Abu Fadhailal Syarief menginformasikan kepada seluruh PIC Kankemenag/Kota di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat untuk dapat mengunduh surat panggilan peserta diklat melalui aplikasi SIMDIKLAT dan segera mendaftarkan peserta yang memenuhi panggilan diklat berdasarkan kouta, untuk kankemenag KKU semula berjumlah 10 orang peserta dengan yang mengikuti diklat tersebut dengan rincian untuk diklat fungsional pembentukan jabatan calon penghulu angkatan III sebanyak 4 orang, angkatan IV sebanyak 3 orang dan angkatan V sebanyak 3 orang.

Akan tetapi, salah seorang peserta diklat fungsional pembentukan jabatan calon penghulu yang bernama Hamsah, S. Sos, I terhitung sejak 1 Agustus 2016 yang lalu sudah tidak lagi menjadi ASN di lingkungan kankemenag KKU, sehingga PIC SIMDIKLAT Kankemenag KKU terlebih dahulu harus meregisterkan yang bersangkutan dan kemudian dipindah lokasi satuan kerjanya oleh Admin PIC SIMDIKLAT BDK Jakarta. Setelah itu, yang bersangkutan berkewajiban berkoordinasi lagi dengan PIC SIMDIKLAT Kankemenag Kab. Ketapang.

Yang menarik dari peserta diklat asal Kankemenag KKU ini adalah, 5 Orang peserta merupakan Kepala KUA Kecamatan di Kab. Kayong Utara. Uniknya, 5 KUA yang ada di Kab. Kayong Utara ini tidak semua memiliki staf atau pelaksana lainnya yang merupakan ASN Kankemenag KKU, seperti KUA Kecamatan Seponti, Simpang Hilir dan Pulau Maya. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi serta merta penghambat mereka untuk mengikuti diklat yang diadakan oleh BDK Jakarta.

Maka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kayong Utara mengeluarkan pengumuman bagi seluruh masyarakat Kayong Utara yang ditembuskan ke Kantor Camat se-Kab. Kayong Utara, bahwa KUA Kecamatan tetap melayani peristiwa Nikah/Rujuk seperti biasanya, Pasangan Catin tetap di anjurkan untuk membawa berkas tersebut ke KUA Kecamatan dan tenaga honorer yang ada di KUA Kecamatan tersebut yang menerima berkas pendaftaran nikah mereka dan menghubungi para P3N di tiap-tiap desa untuk membantu proses pernikahan yang akan di langsungkan oleh masing-masing Calon Pengantin di tiap Kecamatan, dan untuk Surat Nikah ataupun Buku Nikah pasangan Catin akan diberikan setelah para Kepala KUA kembali ke tempat tugas masing-masing, tutur Maulina ketika ditanya oleh salah seorang peserta diklat beberapa hari yang lalu.

Selain itu, Kasi Bimas Islam, Kamadi, S. Ag berpesan kepada semua peserta diklat, agar benar-benar mengikuti diklat tersebut dengan sebaik mungkin, menjaga nama baik kantor, dan aktif dalam tiap materi yang diberikan. Dan Beliau juga mengingatkan kepada salah seorang peserta diklat yang juga merupakan Kepala KUA Kecamatan Simpang Hilir, Iman Setiadi, S. Ag untuk tetap menjaga kesehatan karena baru selesai menjalani operasi. Begitu juga yang lainnya, tambahnya.

Berita: