Dalam rangka meningkatkan kinerja Penyuluh Agama Islam, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Penerangan Agama Islam menggelar Sosialisasi SIM Penais tahun 2017, Selasa (05/05) di Hotel Neo Jl. Gajah Mada, Pontianak.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang operator SIM Penais dan Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat.

Kepala Seksi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam H. Ade Haryadi Ibrahim menjelaskan bahwa SIM Penais (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Agama Islam) adalah suatu sistem aplikasi untuk mempermudah akses pada data lembaga penerangan keagamaan Islam.

“Aplikasi ini bisa dibuka oleh penyuluh untuk saling tukar informasi dan sebagai sarana komunikasi,” terang Ade lebih lanjut.

Aplikasi ini merupakan inovasi dari Bimas Islam Kementerian Agama Pusat yang dapat dijadikan referensi pendataan lembaga di lingkungan Kementerian Agama di daerah hingga ke Kecamatan.

Aplikasi tersebut berisi data-data terkait lembaga penerangan agama Islam yang meliputi data majelis taklim, dewan hakim MTQ, jumlah masjid/musholla, ormas Islam, lembaga Islam, LSM Islam dan lain-lain. Dan Data-data tersebut harus valid, karena akan diinput ke dalam aplikasi.

Aplikasi ini dibuat karena melihat beberapa hal yang melatar belakanginya seperti data potensi dakwah yang belum optimal, sebagai data untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan data sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk pembinaan masyarakat.

Target penerapan aplikasi ini adalah untuk tersedianya data potensi dakwah mitra lembaga penerangan Islam.

Dalam akhir penyampaiannya, Ade Haryadi berpesan kepada para penyuluh agar dalam memberikan bimbingan jangan sampai menanamkan faham tertentu kepada para jamaah apalagi faham radikal yang dapat memecah belah umat. (Ir-Inmas)

Berita: