SINGKAWANG. Kamis (7/9), Krisis kemanusian yang terjadi di Rakhine, Myanmar terhadap etnis Rohingya menggugah hati masyarakat Kota Singkawang untuk menggelar Aksi Solidaritas dengan mendirikan posko Peduli Kemanusiaan Rohingya di persimpangan jalan P. Diponegoro, Yos Sudarso, Merdeka dan jalan Sejahtera atau tepatnya didepan Masjid Raya Singkawang. Tergabung dalam aksi ini seluruh ormas Islam serta beberapa komunitas seperti persatuan/club yang ada di Kota Singkawang.

Posko yang didirikan dengan tujuan menggalang dana untuk memberikan bantuan kepada Etnis Rohingya Myanmar. Candra, salah satu relawan Peduli Kemanusian Rohingya menuturkan bahwa kekerasan yang dialami Entis Rohingya di Myanmar merupakan suatu kegiatan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Kita mengutuk keras penganiayaan yang dilakukan oleh Rezim Myanmar terhadap Etnis Rohingya. Ini merupakan suatu tindakan pembantaian/genosida yang melanggar HAM,” ujarnya.

Kembali disampaikan oleh Chandra, sebagai masyarakat biasa kita hanya bisa melakukan tindakan solidaritas dan penggalangan dana untuk turut serta membantu meringankan beban yang dialami oleh Etnis Rohingya. Untuk itu, ia berharap ada tindakan nyata dari Pemerintah Indonesia dalam membantu penyelesaian masalah dengan pemerintah Myanmar sehingga Hak Asasi Etnis Rohingya diakui dan dijamin oleh Pemerintah Myanmar.

Adapun penggalangan dana ini rencananya akan dilakukan selama tiga minggu yang dimulai dari hari Rabu kemarin. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke rekening Front Pembela Islam (FPI) pusat yang akan mengutus beberapa relawan untuk berangkat langsung ke Myanmar. (Jk/hms)

Berita: