Bengkayang - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Ridwansyah didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Mi’rad memberikan pembinaan pegawai pada Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang sekaligus melaksanakan launching Sistem Aplikasi Management Arsip (SIMARI), selasa (06/03/2018).

Aplikasi SIMARI merupakan terobosan baru dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang dalam sistem managemen kearsipan yang berlandaskan pada UU No. 43 Tahun 2009 pasal 1 ayat 2 yaitu arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan tercipta dan diterapkannya Sistem Managemen Arsip Digital (SIMARI) ini diharapkan akan menjawab setiap kelemahan yang ada pada sistem pengarsipan manual. SIMARI yang berbasis web ini menggunakan sistem jaringan lokal dan penyimpanan terpusat akan lebih memudahkan dalam pencarian arsip, surat keluar, surat masuk, SK-SK, LPJ Keuangan, SPP SPM, dan dokumen-dokumen penting lainnya.

Aplikasi SIMARI Kemenag Bengkayang adalah Satker pertama yang melakukan terobosan digitalisasi arsip di Kementerian Agama se-Kalimantan Barat. "Sebuah Inovasi yang sangat membanggakan bagi kita semua, terutama pada Kantor Kementerian Agama se Kalimantan Barat," tegas Ridwansyah disaat memberikan sambutan dalam launching tersebut. Ridwansyah juga menegaskan, hal ini sesuai dengan 5 budaya kerja Kementerian Agama yaitu Inovasi.

Ridwansyah juga menegaskan bahwa Aplikasi ini akan diterapkan semaksimal mungkin dan harus terus dikembangkan sehingga menunjang kinerja dalam hal kearsipan. Beliau juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat kita akan melakukan mengembangkan aplikasi ini bukan hanya di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, tetapi akan kita sosialisasikan ke seluruh Kantor Kementerian Agama se Kalimantan Barat, terlebih lagi kalau dapat diterapkan di seluruh Indonesia, tentu hal ini sangat membanggakan kita semua.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama sebanyak 167 orang, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. (Gusti)