Meskipun hangatnya mentari siang begitu terasa menyengat mengiringi tiap langkah masyarakat di Kabupaten Ketapang yang memang sedang memasuki tahap musim kemarau tidak menyurutkan animo para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada dalam naungan Kementerian Agama di Kabupaten penghasil perkebunan sawit dan bauksit ini untuk bersama berkumpul mendengarkan pembinaan serta pemaparan kebijakan Kementerian Agama dalam rangka menghadapi tahun sibuk 2018 dan tahun terpanas menjelang masa pilkada yang akan dihadapi Kalimantan Barat maka diperlukan adanya persatuan dan kesamaan langkah bagi para pegawai di Lingkungan Kementerian Agama guna meningkatkan semangat kerja dan menciptakan suasana yang positif dan kondusif di setiap daerah dan satuan kerja.

Acara diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang pada hari Selasa, 20 Februari 2018 pada pukul 12.30 WIB dihadiri seluruh pegawai Kementerian Agama, Kepala Madrasah dan Kepala KUA di Kabupaten Ketapang bersama mendengarkan pembinaan dan pemaparan kebijakan Kementerian Agama yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H.Ridwansyah, M.Si. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Drs. H.Ridwansyah, M.Si sebagai sarana sillahturrahmi dan perkenalannya sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama yang baru dilantik agar terciptanya suasana kekeluargaan dan saling kenal antara pemimpin dan yang dipimpin.

Dalam pembinaannya Drs. H.Ridwansyah, M.Si mengungkapkan pentingnya menyampaikan kepada setiap masyarakat akan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebersamaan dan menghormati sesama dalam kerangka nilai Bhineka Tunggal Ika sebagai bangsa Indonesia. Memahamkan akan pentingnya meletakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan maupun perorangan jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber masalah namun menyatukan dan saling memberi warna. Perbedaan yang palinh sering menjadi sumber perselihan di Indonesia khususnya adalah masalah agama. "Hendaknya menjadikan agama sebagai suatu nilai budi luhur mengajarkan kebaikan dan jangan berpecah belah karena agama,” tegas Drs. H.Ridwansyah, M.Si di depan para ASN Kementerian Agama Kab. Ketapang.

Selain itu dalam rangka menjalani tahun 2018 dan 2019 yang merupakan tahun politik, karena masyarakat Kabupaten Ketapang akan mengalami rentetan pesta demokrasi yang dimulai dengan pemilihan kepala daerah pada tahun 2018 dan pemilihan presiden pada tahun berikutnya. Maka dari itu dituntut jiwa profesionalitas setiap pegawai Kementerian Agama untuk bersikap netral tidak memihak salah satu partai, perorangan, maupun gologan. Karena pada hakikatnya Kementerian Agama beserta para ASN-nya berdiri di atas dan untuk semua golongan.

Tidak lupa juga Ka.Kanwil mengingatkan kembali nilai profesionalitas dan pengabdian untuk masyarakat yang tergambar dalam semboyan “Ikhlas Beramal” dan 5 Nilai Budaya Kementerian Agama yaitu Integritas, Profesional, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan. Penerapannya dapat dimulai dengan profesinalitas kerja ASN Kementerian Agama dengan meningkatkan pemahaman dalam bidang informasi, tekonologi dan komunikasi yang pada saat ini sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat Indonesia terutama dalam penggunaan gadget dan Internet. Tidak hanya pandai menguasai dan menjalankannya namun para ASN Kemernterian Agama juga harus pandai memilah dan memfilter berita yang ada jangan sampai berita hoax yang diyakini sebagai fakta lalu menimbulkan kericuhan dan suasana yang tidak kondusif. “Setiap pegawai harus melek teknologi tidak hanya pandai menggunankannya namun juga sanggup untuk memfilternya dari berita Hoax”, ujar Drs. H.Ridwansyah, M.Si.

Drs. H.Ridwansyah, M.Si juga mengingatkan arah tujuan pemerintah yakni meningkatkan penggunaan E-Goverment dan penerapan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan tata kelola administrasi yang tertib dan teratur. Di akhir acara pembinaan Drs. H.Ridwansyah, M.Si menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan para pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Ketapang. @luthfi/humas