Selasa, 20 Agustus 2019, 13:31 andre

Sebagai aparat pemerintah bisa diharapkan menjaga agar masyarakat memahami tentang Undang-undang perkawinan No.1 Tahun 1974.Intinya pemerintah menata sebaik mungkin agar jangan sampai masyarakat melanggar aturan tersebut, sehingga membawa dampak negatif kepada pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Karena masih ada sebagian masyarakat belum memahaminya,"ungkap H.Suprapto yang ditemui, Senin (19/8/2019).

Bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin (catin) dilaksanakan 14-16 Agustus di aula kantor kemenag sekadau,H.Suprapto menambahkan dalam upaya memberikan bekal pada segenap pemuda pemudi guna menuju rumah tangga kedepan bahagia. "Bagi Catin yang hendak menikah sebaiknya mengikuti bimbingan perkawinan pra nikah," imbuhnya. 

Masyarakat diharapkan paham bagaimana resiko terhadap perkawinan dini, resiko kepada ibu dan bayi. "Sebagai petugas negara kita tentu menghimbau resiko pernikahan dini tidak terjadi, untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, menjaga reproduksi sang ibu. Dengan pembinaan pranikah pasangan dapat membentuk keluarga bahagia, sakinah mawadah warohmah," katanya.

Bimbingan perkawinan pra nikah lanjut H.Suprapto supaya calon pengantin lebih siap mental dalam membina keluarga dan bisa menghadapi masalah dalam berumah tangga. "Bimbingan perkawinan merupakan upaya yang dapat menurunkan angka perceraian bagi suami istri masa akan datang," tukasnya.(Andre)