Mekanisme Ujian Nasional (UN) kedepannya dimulai dengan melakukan pendataan Calon Peserta Ujian Nasional (capesun), hal ini sesuai dengan kesepakatan di tingkat pusat yakni antar Kemendikbud dan Kementerian Agama RI.

“Bahwa untuk data Capesun harus melalui Dapodik bagi semua sekolah dibawah naungan Diknas, dan Emis untuk semua Madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama”, hal ini diungkapkan oleh Basri selaku pelaksana di Seksi Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mempawah dihadapan guru dan Kepala semua Kepala Madrasah, pada acara Bimbingan Operator Emis Madrasah.  

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 27 November 2017 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Mempawah ini dibagi dalam 2 sesion, sesion pertama dikhususkan untuk 22 Madrasah Aliyah, dan sesion kedua diikuti sebanyak 42 Madrasah Tsanawiyah.

Selain Basri, kegiatan ini juga dipandu oleh Kepala Seksi Madrasah H. Ikhwan Pohan, ia mengharapkan kepada Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah yang siswanya akan mengikuti ujian nasional di pada Tahun 2018 dapat melakukan entry data secara valid dan rill, menurutnya karena entry data berdasarkan data NISN dan NIK siswa yang bersangkutan.

H. Ikhwan Pohan juga menambahkan bahwa diperkirakan siswa MTs yang akan mengikuti UN berjumlah 1567, sedangkan siswa MA serjumlah 789 se-Kabupaten Mempawah, ia pun menginginkan validasi data UN harus sudah disiapkan sedini mungkin. (Rudi_Mpw).