Madrasah sebagai lembaga pendidikan dan tempat untuk belajar-mengajar akan bermutu ketika lembaga tersebut mendapatkan pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang. Pengakuan dan hasil penilaian tersebut dinamakan akreditasi.

Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan lembaga pendidikan madrasah, maka Kanwil Kemenag Kalbar melalui Bidang Madrasah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Akreditasi Online Tahun 2018 dengan menghadirkan operator Sistem Penilaian Akreditasi (SISPENA) Madrasah dari Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Hotel Merpati Pontianak, Selasa 8 Mei 2018

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Syarifendi menuturkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan agar para operator SISPENA mampu memahami aplikasi ini dengan baik sehingga tidak satupun madraah yang tidak terdata.

“Pastikan semua madrasah masuk dalam data SISPENA baik yang sudah terakreditasi maupun yang belum, sehingga dengan sistem tersebut kita dapat memastikan semua madrasah terakreditasi,” jelas Syarifendi.

Lebih lanjut Kabid Penmad menjelaskan untuk menilai kelayakan suatu program lembaga pendidikan atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, maka Kementerian sebagai pihak berwenang melakukan upaya akreditasi, pelaksanaan dimaksud selain dilakukan secara bertahap juga terencana dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi.

Kepada Para 100 peserta Syarifendi menegaskan bahwa ada beberapa kebijakan Kementerian Agama terhadap akreditasi madrasah Tahun 2018. Diantaranya adalah pelaksanaan akreditasi madrasah merupakan Renstra Kementerian Agama 2015-2019. Sehingga penguatan dan sosialisasi pemberlakuan perangkat akreditasi menjadi bagian kebijakan Kementerian Agama.

“Kami akan membuat pemetaan Madrasah yang sudah diakreditasi, oleh karena itu pembinaan, penyusunan perangkat, pelatihan assesor dan akreditasi secara online menjadi bagian dari program Kemenag dalam meningkatkan kualitas Madrasah," jelas Syarifendi.

Dipenghujung materinya Kabid Penmad berharap agar benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga SISPENA dan segala regulasi tentang akreditasi Madrasah betul-betul dipahami oleh para pengelola Madrasah. (Ir-Inmas)

Berita: