MEMPAWAH_Selasa (25/7/17) Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Mempawah melaksanakan kegiatan Bimtek Operator Sim Penais, yang dihadiri sebanyak 23 orang peserta, seperti Kepala KUA sebanyak 7 orang, operator yang menangani Sim Penais dari masing-masing KUA sebanyak 7 orang, dan penyuluh fungsional sebanyak 9 orang.

Saat memulai kegiatan, Kepala Seksi Bimas Islam Jemaat, M.Si mengatakan bahwa kegiatan Bimtek Operator Sim Penais adalah kegiatan dalam rangka update data sistem informasi manajemen penerangan Agama Islam, sehingga diharapkan dapat memperoleh data yang akurat dan akuntabel dalam rangka akurasi data Penyuluh PNS, Non PNS, Majelis Taklim, Lembaga Islam, Dewan Hakim, Guru Ngaji, Hafidz/Hafidzah, Qori/Qoriah, Mufassir, Kaligrafer, dll.

Selain itu, untuk melaksanakan amanah undang-undang, seperti Undang-undang no 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan KIP, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama, PMA Nomor 10 Tahun 2010 tentang Fungsi Bimas Islam, dan PMA Nomor 13 Tahun 12 tentang Stuktur Organisasi Vertikal Kementerian Agama RI.

Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Mempawah Dra. Hj. Isriyah saat membuka kegiatan turut menyatakan bahwa pengelolaan data Penerangan Agama Islam adalah salah satu asset umat Islam dalam upaya menunjang pembangunan Nasional, selain itu keberadaan Sistem Informasi Manajemen Penerangan Agama Islam dikembangkan untuk memudahkan dan melakukan pendataan sistem yang ada di Indonesia, dan data lembaga online dapat digunakan menjadi salah satu sumber informasi data Islam.

Hj. Isriyah juga berharap kepada seluruh PNS Kementerian Agama agar melakukan upaya perbaikan serta inovasi bagi kemaslahatan Kementerian Agama, sehingga selalu berfikir untuk memberikan yang terbaik bagi institusi khususnya Kementerian Agama. Ia juga mengajak para pegawai KUA Kecamatan yang menjadi ujung tombak Kementerian Agama untuk selalu profesional dan semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk melaksanaan ketentuan tersebut, Hj. Isriyah akan melaksanakan punishment dan reward kepada para pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, terkait dengan sasaran kerja pegawai dan kinerja pegawai. Ia meminta kepada seluruh operator Sim Penais untuk selalu efektif dalam melakukan update data yang berkaitan dengan Bimas Islam, mulai di tingkat Kabupaten, hingga tingga KUA Kecamatan.

Penyampaian materi aplikasi Sim Penais disampaikan oleh Ibu Nenah Nurhamnah yang merupakan admin sekaligus operator Sim Penais dari Kementerian Agama Kota Singkawang, kurang lebih 2 jam penyampaian materi yang disampaikan secara detail oleh Ibu Neneh Nurhamnah, yang semuanya terkait dengan aplikasi berbasis online, sehingga semua operator dapat menanyakan secara langsung kendala-kendala yang dihadapi saat melakukan updating data. (Rudi_Mpw).

Berita: