Seiring perkembangan waktu dan kemajuan teknologi, semua institusi pemerintah saling berpacu dan memperkuat sistem yang mendukung kerja dan kinerja. Tidak terkecuali dengan Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertugas dan memiliki tugas dan fungsi dalam membina dan melayani umat beragama di republik tercinta ini.

Seperti yang dilakukan oleh Direktorat Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia khususnya Subdit Mutu Sarpras Layanan dan Sistem Informasi KUA yang melakukan berbagai inovasi dan penemuan baru bagi pelayanan umat beragama, khususnya umat Islam.

Diantara inovasi tersebut adalah digulirkannya Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) versi terbaru yang berbasis website. Kebutuhan ini menunjang dalam rangka e-goverment yang menyediakan layanan umat dalam bentuk digital dan berafiliasi dengan teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang pesat.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Sistem Informasi KUA Berbasis Website ini dilaksanakan di Millenium Hotel Jalan Fakhruddin Tanah Abang Jakarta Pusat. Diikuti oleh 40 peserta dari perwakilan 34 Kanwil Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia dan 6 orang ASN di lingkungan Bimas Islam Kemenag RI, sehingga total peserta berjumlah sebanyak 40 orang. Untuk Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat, peserta yang diutus adalah Kasi Pemberdayaan KUA, Aris Sujarwono,MH.

Bimbingan teknis berlangsung selama 3 ( tiga ) hari, dimulai dari Tanggal 21 Maret dan berakhir 23 Maret 2018. Mukaddimah dalam bimtek dimulai oleh Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia, Drs.H.Tarmizi Tohor,MA yang dalam arahannya menjelaskan bahwa Bimas Islam Kemenag RI selalu meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan berbagai pendukung yang bersinergi dengan kemajuan IT.

Pada hari kedua, Kamis 22 Maret 2018 materi selanjutnya oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof.Dr.H.Muhammadiyah Amin,M.Ag yang memaparkan materi tentang pengelolaan data dan kemajuan sistem informasi dari waktu ke waktu. Mantan Ketua Forum Rektor di lingkungan Kementerian Agama ini, bahkan dalam statement nya Dirjen menyatakan Menteri Agama Republik Indonesia menyebut berbagai aplikasi di Bimas Islam merupakan harta karun yang tidak ternilai.

Selain itu pula Dirjen Bimas Islam berterima kasih kepada seluruh jajaran di lingkungan Bimas Islam baik dipusat maupun di daerah yang bahu membahu membangun kemitraan dan kerjasama dalam membesarkan Bimas Islam dari unsur terkecil maupun terbesar. Karena bagaimanapun, Bimas Islam memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar mengingat Umat Islam di Indonesia merupakan terbesar di Indonesia terlebih di seluruh negara manapun dibumi ini.

Berbagai materi dipresentasikan pada bimtek selama 3 ( hari ) ini, selain pejabat eselon I,II dan III di Bimas Islam Kemenag RI, juga Karo Humas Data dan Informasi Setjen Kemenag RI serta praktisi dari e-monitoring KUA dan SIMKAH berbasis Web. Pendek kata, semua materi bermanfaat dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang memang bertujuan memudahkan umat, khususnya nanti ditingkat KUA.

Tujuan utama adalah pengenalan secara umum tentang SIMKAH sebelum dilakukan uji publik dan launching oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Sehingga masyarakat sangat mudah untuk melakukan pendaftaran nikah yang praktis sesuai dengan misi e-goverment dinegara maju dan berkembang.

Penutupan di hari Jum`at Tanggal 23 Maret 2018 dilakukan oleh Kasubdit Mutu Sarpras Layanan dan SI KUA, Drs.H.Anwar,MA. Dalam statementnya menyatakan, keberadaan SIMKAH versi website mejawab kebutuhan masyarakat yang ingin mudah dan simpel dalam proses pendaftaran pernikahan. Untuk perlindungan, SIMKAH akan diperkuat dengan payung hukum yang berlaku di Kementerian Agama. Dengan payung hukum, maka SIMKAH akan menjadi sumber online dalam memudahkan proses pencatatan nikah di Indonesia.

Dengan munculnya SIMKAH versi website, semakin menunjukan peran Kementerian Agama dalam memajukan dan melayani umat Islam untuk menuju masyarakat yang bertaqwa ditatanan Republik Indonesia yang kita cintai ini. (AS)

Berita: