Arus zaman dunia modern melanda seluruh bangsa manusia termasuk Gereja. Banyak hal positif yang dihasilkannya. Arus aman teknologi, misalnya, membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Informasi dan komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Kemudahan dan kecepatannya menjadikan dunia bagaikan satu desa kecil. Itulah sebabnya, Gereja dianjurkan juga untuk menggemakan Sabda Allah tidak hanya melalui media cetak, tetapi juga melalui bentuk-bentuk komunikasi yang lain terutama internet.

Dengan mengambil tema ''Kabar Gembira Di Tengah Gaya Hidup Modern" paroki Santa Maria Bunda Pengharapan Bunut, Kabupaten Sanggau menggelar Bulan Kitab Suci Nasional yang dikenal dengan singkatan BKSN. Dalam konteks meneliti dan menanggapi tantangan yang dihadapi oleh dunia modern yang akhirnya juga ikut melanda Gereja, Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2017 mengambil tema tersebut. Tema ini dijabarkan dalam empat sub tema.

Pertama, arus zaman teknologi dan nilai-nilai injili dalam kisah menara Babel (Kej. 11:1-9). Kedua, arus zaman materialisme dan nilai-nilai injili dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk. 12:13-21). Ketiga, arus zaman individualisme dan nilai-nilai injili dalam kisah cara hidup jemaat perdana (Kis. 2:41-47). Keempat, arus zaman hedonisme dan nilai-nilai injili dalam nasihat Yakobus tentang hikmat dan hawa nafsu (Yak. 3:14-4:3). Melalui keempat sub tema ini diharapkan umat kristiani tidak terseret dan terhanyut oleh arus zaman modern dengan terus berpegang pada nilai-nilai injil.

Dalam menyambut bulan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) paroki bunut keuskupan Sanggau akan mengadakan kegiatan rutinitas untuk menyambut bulan Kitab Suci pada tahun 2017 yang jatuh pada bulan September pada rapat yang diselenggarakan oleh panitia BKSN tersebut. 

Adapun yang menghadiri rapat tersebut antara lain DPP (dewan Pastoral Paroki Santa Maria Bunda Pengharapan Bunut), Pemimpin Umat yang berdomisili di wilayah Paroki Bunut. OMK bunut, dan Guru Pendidikan Agama Katolik. Dalam kegiatan yang pimpin oleh Pastor  Richardus Riadi, Pr..

Hal-hal yang dibahas diantaranya maksud dan tujuan diadakan kegiatan BKSN yang dimana tujuan kegiatan ini mengarah pada perkembangan jaman yang  modern dengan terus berpegang pada nilai-nilai injil.

Dewasa ini teknologi berkembang begitu cepat. Perkembangan dan kemajuannya terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Banyak hal positif yang dihasilkannya. Pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Informasi dan komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Kemudahan dan kecepatannya menjadikan dunia bagaikan satu desa kecil.

Akan tetapi, perkembangan dan kemajuan teknologi itu membawa banyak dampak negatif bagi manusia dan lingkungannya. Teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, telah membuat banyak orang, terutama kaum muda, kehilangan arah karena tidak bisa menggunakannya secara bijak. Jika Informasi dan nilai-nilai hidup yang ditawarkannya tidak dapat dipilah-pilah, banyak masalah sosial yang akan timbul. Keretakan dalam hubungan keluarga, lingkungan, dan Tuhan muncul akibat pemakaian alat komunikasi secara tidak bijak.

Bagaimana Kitab Suci berbicara tentang perkembangan dan kemajuan teknologi? Kitab Suci tidak banyak bicara atau relatif diam. Hal ini tentu saja tidak terlalu mengherankan. Budaya zaman penulis Kitab Suci berbeda dengan zaman kita yang ditandai dengan pesatnya kemajuan alat-alat teknologi komunikasi. Maka, kita tidak akan menemukan komentar langsung tentang perkembangan dan kemajuan teknologi di dalam Kitab Suci. Kita juga tidak akan menemukan didalamnya pembicaraan tentang dampaknya secara langsung. Namun, kita dapat mengangkat kisah menara Babel untuk merefleksikan dampaknya (Kej. 11:1-9). (Vitalis_Sanggau)

Berita: