Pengawasan adalah salah satu hal yang penting dalam keberhasilan sebuah program. Tanpa adanya pengawasan yang baik output program yang ditargetkan seringkali tidak sesuai dengan harapan. Prinsip itulah yang dilaksanakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Syarifendi. Dengan didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang H. Ekhsan dan Kasi Pendidikan Madrasah Fahriyani, melakukan monitoring Bantuan Sosial pembangunan ruang kelas baru di Kabupaten Ketapang pada Rabu (30/08/2017).

Walaupun tampak cukup lelah karena menempuh perjalanan darat dari Pontianak karena ingin melihat secara langsung pembangunan ruang kelas di MTs At-Taqwa Sandai dan rehab ruang kelas di MTs Ma’arif Pemahan, H. Syarifendi terlihat cukup puas dengan perkembangan pembangunan ruang kelas yang dananya sudah dicairkan sebesar 70 persen. Saat berkunjung di RA Al Ikhlas ketapang terlihat bangunan ruang kelas baru sudah yang dindingnya sudah berplester dan sudah terpasang atap. Sedangkan di MI Ash-Sholihin Desa Sukabangun sudah terbangun dua ruang kelas. Beberapa pekerja tampak sedang mengecor lantai sedangkan sebagian lain terpantau sedang memplester dinding ruangan.

H. Syarifendi menyampaikan bahwa sisa anggara yang berjumlah 30 persen akan segera dicairkan. “Sisa anggaran untuk pembangunan ruang kelas akan segera dicairkan, saat ini sedang proses revisi anggaran dan insya Allah tidak lama lagi sudah dapat dicairkan,” ujar H. Syarifendi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kab. Ketapang.

Dalam kesempatan yang sama Fahriyani Kepala Seksi Pendidikan Madrasah menjelaskan pada tahun anggaran 2017 ada lima paket bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah pada tahun anggaran 2017 Kabupaten Ketapang mendapatkan empat paket bantuan ruang kelas yang diberikan kepada RA Al Ikhlas Ketapang, MI Ash-Sholihin Sukabangun, MTs At-Taqwa Sandai, dan MA Al-Ishlah Kendawangan, sedangkan 1 paket rehab ruang kelas diberikan kepada MTs Ma’arif Pemahan,” jelasnya.

“Untuk tahun 2018 masih terus diperjuangkan agar lebih banyak lagi bantuan yang diberikan kepada Madrasah di Kabupaten Ketapang agar dapat menambah ruang kelas yang kurang dan memperbaiki ruang kelas yang rusak sehingga kegiatan belajar mengajar di Madrasah dapat berjalan dengan baik,” tambah Fahriyani. (Safrudin_Ktp)