Sintang - Kemajuan Peradaban manusia khususnya dibidang ekonomi, politik dan tekhnologi, sekarang ini telah membawa masyarakat kabupaten Sintang berubah kearah yang lebih maju, dengan kemajuan-kemajuan tersebut sangat memungkinkan terjadinya layanan kemanusiaan menuju kebaikan, juga akan memungkinkan terjadinya penyimpangan atas nilai- nilai dasar kemanusiaan secara universal termasuk hancurnya budaya luhur yang telah sekian lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Keadaan tersebut menjadikan masjid perlu dioptimalkan peran dan fungsinya sebagai pusat pembinaan umat serbagai kontribusi bagi perbaikan masyarakat kabupaten Sintang melalui gerakan dakwah yang dibingkai di Mraih Barokah Subuh atau Safari Jum’at.

Setelah menjalankan amanah yang diembannya dari MUSDA Ke- V DMI Kabupaten Sintang Tahun 2012 yang lalu kini sudah saatnya Pimpinan Dareah DMI Kabupaten Sintang merevalisasi dirinya melalui MUSDA ke-VI Tahun 2018. Revitalisasi tersedbut memiliki kedudukan yang sangat penting terutama dalam hal memantapkan dan meningkatkan peran fungsi Masjid sebagai tempat Pusat Ibadah, pusat pengembangan masyarakat, serta persatuan umat dalam rangka meningkatkan keimanan, ketaqwaan,akhlak mulia, kecerdasan umta dan tercapai masyarakat adil makmuryang diridhoi Allah SWT, juga sangat penting lagi pemantapan untuk saling bekerjasama antar lembaga – lembaga keagamaan di Kabupaten Sintang.

Oleh karenanya dengan adanya rencana proyek besar pembangunan “ Masjid yang Representatif “ yang terletak di Jl. Lintas Melawi Sintang perlunyadukungan oleh seluruh Umat Islam di Kabupaten Sintang. untuk iti PD. DMI Kabaupaten Sintang menyeru kepada kepada semua elemen umat untuk bersama- sama mendukung dan mengerakkan semua potensi umatdemi terwujudnya rencana tersebut

Sebagai suatu Organisasi perkumpulan para Pengurus Masjid Se- Kabupaten Sintang PD. DMI Kabupaten Sintang  pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018 bertempat di Gedung Cadika melaksanakan Konstitusional organisasi lima tahunan yaitu menyelenggarakan MUSDA KE- VI Tahun 2018, dan mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan ini akan menghasilkan rumusan-rumusan program kerja untuk dapat diimplementasikan ke seluruh pengurus Masjid dan Jamaah sehingga masjid sebagai tempat ibadah dan tempat pembinaan umat dapat dioptimalkan fungsinya. Adapun tema yang diangkat  dalam MUSDA KE-VI DMI Tahun 2018 kali ini adalah “ OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBINAAN UMAT

Kegiatan yang diikuti sebanyak 122 orang yang terdiri dari PW DMI Prov. Kalbar 2 Orang, Pengurus PD DMI Kabupaten Sintag 36 orang, PC DMI 6 orang, Pengurus Masjid Besar 14 orang , Kepala KUA Kecamatan  Se- Kabupaten Sintang 14 orang , dan yang diundang oleh PD DMI Kabupaten Sintang sebanyak 30 orang  juga dihadiri oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med,. Ph, Anggota DPR RI Bapak H. Sukiman, Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang Bapak H. Anuar Akhmad, S. Ag dan Undangan lainnya.

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno saat membuka musyawarah Daerah ke VI  Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang di Cadika pada Selasa, 25 Februari 2018. “Sumber daya manusia yang baik dan tangguh supaya masyarakat kita bisa bersaing dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat. Melalui program dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang yang sudah melaksanakan pembinaan umat dari masjid ke masjid saya sangat berterima kasih karena sudah membantu Pemkab Sintang dalam  membina dan membangun sumber daya masyarakat kita. Saya percaya kegiatan pembinaan yang dilakukan akan mampu membuat masyarakat Kabupaten Sintang semakin cerdas,” ungkap Bupati Sintang.

Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia Propinsi Kalimantan Barat Drs. H. Munir HD meminta seluruh pengurus jajaran Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang untuk turut membantu menekan bahkan meniadakan kekerasan yang mengatasnamakan agama. “Masjid salah satunya merupakan tempat memajukan umat. Dan pengurus DMI Kabupaten Sintang hendaknya terus menerus melakukan pembinaan ke masjid-masjid sehingga potensi kekerasan atau penyimpangan bisa terpantau dengan baik,” ungkap Drs. H, Munir HD Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia Propinsi Kalimantan Barat . (akil, Sintang)

Berita: