Ngabang - Bupati Kabupaten Landak, dr. Karolin Margret Natasa menyerahkan daftar isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2018 Kepada 14 satuan kerja instansi vertikal dengan total mencapai Rp. 138 Miliar di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (19/12).

Pada kesempatan tersebut hadir anggota Forkompida Kabupaten Landak, Kepala Badan, Dinas, Inspektur dan Direktur RSUD di lingkungan Pemeritahan Kabupaten Landak, Kepala KPPN Sanggau, Kuasa Pengguna Anggaran (KUA) Satuan Kerja Pengelolaa Dana APBN di wilayah Kabupaten Landak serta tamu undangan lainnya.

Dalam Sambutannya, Karolin menyatakan penyerahan DIPA merupakan salah satu agenda yang sangat penting dalam kegiatan pemerintahan setiap tahunnya. Hal itu dikarenakan tanpa adanya penganggaran, pihaknya tidak akan dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan dan pembangunan.

"Saya secara khusus meminta kepada KPPN agar menunggu kehadiran saya sehingga saya dapat menyerahkan secara langsung DIPA ini kepada Bapak dan Ibu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, " tutur Karolin.

Wanita kelahiran Mempawah 35 tahun silam itu menegaskan pesan Pemerintah Pusat yang disampaikan melalui Pidato Presiden dan Menteri Keuangan harus dilaksanakan sebaik mungkin oleh Pemerintahan Daerah. Prinsipnya, tambahan Karolin, Pemerintah Daerah harus berupaya dari tahun ke tahun meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi dari penggunaan anggaran negara.

"Bapak Presiden berkali-kali mengatakan pelaporan harus lebih sederhana jangan sampai kita menjadi Negara SPJ, karena sibuknya mengurus SPJ-nya saja berpuluh-puluh lembar. Tetapi dibalik itu, semangat akuntabilitas tetap harus kita jaga dan pelihara," harap Karolin.

"Coba dengan mengevaluasi yang lalu dan melihat situasi terkini, itu saja yang saya minta. Tidak minta jungkir balik untuk melakukan inovasi tetapi tolong lakukan evaluasi, lakukan monitoring baru itu yang menjadi dasar pelaksanaan perencanaan kita untuk tahun depan. jadi jangan hanya rutin, orang Sengah Temila bilang this as usuall," kata Karolin.

terkati efesiensi penggunaan anggaran, Dokter lulusan Unika Atmajaya Jakarta itu mengharapkan belanja Pemda lebih banyak untuk kepentingan Publik, Pelayanan Publik sebagai prioritas pertama, mengurangi hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

"Kemarin waktu penyerahan DIPA di Jakarta, Bapak Presiden juga menyinggung mengenai biaya rapat. Biaya rapat yang lebih besar dibandingkan biaya kegiatannya, misalnya Anggaran program 1,5 miliar, 1,3 habis untuk rapat. Emangnya rapat dimana sih? di Bulan," celetuk Karolin.

Karolin juga mengingatkan dalam menyelenggarakan pemeritahan masyarakat saat ini terlibat aktif dalam pengawasannya oleh karena itu efek rasionalitas dalam memanfaatkan anggaran harus diutamakan.

"Orang akan menilai, akan melihat, masuk akan tidak. sehingga kita sama-sama menjaga bagaimana anggaran yang diserahkan untuk menjadi tanggung jawab kita bersama itu sungguh-sungguh dapat bermanfaat bagi masyarakat," tutur Karolin.

Selain itu, Kepala KPPN Sanggau, Ika Hermini Novianti dalam laporannya menyebutkan dari total pagu dan yang di transfer Pemerintah Kabupaten Landak 1,1 Miliar, 309,3 Miliar disalurkan melalui KPPN Sanggau meliputi DAK fisik sebesar 158,3 miliar terdiri dari reguler 7 bidang, penugasan 4 bidang dan efirmasi 5 bidang.

"Pagu DIPA tahun 2018 lebih kecil dibandingkan pada tahun 2017 baik pada jenis belanja barang, modal maupun bansos Kenaikan hanya pada jenis belanja pegawai  sebesar 3,34 persen. Pada Pagu dana fisik tahun 2018 turun sebesar 4,48 persen namun sebaliknya dana desa mengalami kenaikan 100 persen," tutur Ika.

Adapun satuan kerja yang menerima DIPA tahun 2018 di Kabupaten Landak adalah Pengadilan Negeri Ngabang, Kejaksaan Negeri Landak, Rutan Landak, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi perpajakan Ngabang, Kantor Kementerian Agama Landak, MAN Ngabang, MIN Mempawah Hulu, MIN Darit, MTs Negeri Ngabang, BPS Kabupaten Landak, Kantor Pertanahan Kabupaten Landak, Polres Landak, DSPMPD Kabupaten Landak, serta KPU Kabupaten Landak. (Irvansuri/Pendis)

Berita: