SINGKAWANG. Sabtu (9/9), dalam rangka menangkal dampak dari krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1202 Singkawang, Letkol Inf. Abdul Rahman, SIP menggelar kegiatan coffee morning bersama tokoh agama, tokoh pemuda, lintas etnis di aula Makodim Kota Singkawang. Turut hadir pada kegiatan ini, Baharuddin, SH Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang.

Pada kesempatan itu, Baharuddin menyampaikan bahwa dengan melihat rangkaian peristiwa yang berlangsung beberapa hari lalu yaitu tentang beberapa postingan oknum tertentu di facebook dan medsos yang berdampak dengan adanya pro kontra di dunia maya tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan pro dan kontra di dunia nyata. “Ditambahkan dengan kejadian perusakan vihara beberapa hari yang lalu, maka sudah seharusnya kita (Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat) segera melakukan pertemuan/silaturahmi seperti ini,” tuturnya. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan Kodim Singkawang karena beraksi cepat (quick response) dalam menyikapi hal-hal yang dikhawatirkan dapat terjadi.

Ia melanjutkan dengan memaparkan bahwa Kota Singkawang ini dihuni oleh 2 pemeluk agama besar yaitu Buddha dan Islam. Hal ini dapat dilihat dari gairah umat masing masing dalam membangun rumah ibadah yaitu umat Buddha dengan jumlah vihara, cetiya dan altar 764 buah, umat Islam dengan jumlah Mesjid dan Surau 194 buah merupakan potensi positif dlm kesadaran beragama masyarakat kota Singkawang. “Namun potensi positif ini dapat menjadi negatif bilamana setiap gejala ancaman kerukunan umat beragama kita anggap sepele, meskipun menurut penyampaian pihak polres tadi bahwa pelaku perusakan vihara adalah orang gila. Masyarakat awam tentu dapat mempunyai persepsi berbeda dengan kita hadirin yang duduk di ruangan ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, Baharuddin selaku ketua FKUB Kota Singkawang mengharapkan hadirin sekembalinya ke rumah dan ke masyarakatnya masing-masing segera menghimbau agar terus menerus memelihara kerukunan umat beragama dan tidak terpengaruh oleh isu-isu dimaksud agar jangan sampai imbas kejadian di Rohingya merusak tatanan kehidupan masyarakat yg sudah sangat baik di kota Singkawang ini. (Jk/hms)

Berita: