Ngabang, 8 Maret 2018. Senin, 5 s/d 10 Maret  bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Landak telah berlangsungnya melaksanakan kegiatan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) Model-model Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik se-Kabupaten Landak.

Hadir dalam pembukaan adalah Widyaiswara dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Jakarta pusat, Mohammad Djuanda, M. Ed dan Puryanto, SS dan beberapa orang Panitia diantaranya Mulyadi, S.Pd, Sutaro, S. Ag, Ahmad, S. Pd dan Bowo, S. Kom. Total peserta berjumlah 40 orang guru agama Katolik se-Kabupaten Landak terdari SD = 25 orang, SMP = 8 orang dan SMA = 7 orang. Adapun tujuan dari DDTK saat ini, yakni meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan serta membangun sikap mental para guru agama Katolik untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik secara profesional yang dilandasi kepribadian dan kode etik pegawai.

Kepala Kankemenag Kab.Landak H.MHD. Natsir, S. Ag, M.Ag dalam sambutannya menyatakan rasa terima kasihnya kepada Balai Diklat Keagamaan Jakarta Pusat yang telah menyelenggarakan DDTK bagi para Guru Agama Katolik di Kabupaten Landak untuk tahun 2018. Pada guru termasuk guru agama Katolik diharapkan untuk terus-menerus meningkatkan profesionalitas keguruannya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa seorang guru harus memiliki 5 kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial. Dan khususnya Sebagai guru agama perlu ditambah satu kompetensi lagi, yakni kompetensi spiritual.

Di tempat terpisah, kepala Seksi BIMAS Katolik Fajargari, S. Ag saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa tujuan yang dicapai melalui pelatihan tersebut adalah supaya para guru agama katolik dapat semakin memahami pola-pola mengajar yang baik dengan menggunakan model-model pembelajaran yang efektif yang dapat memotivasi siswa/i disekolahnya masing-masing dan juga meningkatkan profesionalitas keguruannya. (irvan)

Berita: