BENGKAYANG_ Sabtu (5/8) Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang melaksanakan kegiatan Dialog Lintas Agama dengan kalangan tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang. acara dialog lintas agama ini terselenggara atas kerjasama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, FKUB Kabupaten Bengkayang, dan Kantor Kesbangpol Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalankan program kegiatan yang tertuang dalam DIPA Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2017, dengan mengangkat tema "Membangun Toleransi Dalam Bingkai NKRI", yang diikuti oleh peserta sebanyak 21 orang.

Peserta tersebut terdiri dari perwakilan masing-masing tokoh agama yaitu: tokoh agama Islam, tokoh agama Kristen, tokoh agama Katolik, tokoh agama Hindu, dan tokoh agama Buddha. Sedangkan yang lainnya adalah tokoh ormas keagamaan dan tokoh masyarakat yang diundang.

Selaku narasumber adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat yaitu Drs.H. Syahrul Yadi, M.SI dan Kepala kantor Kesbangpol Kabupaten Bengkayang Drs. Juriat.

Dialog diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia yang juga adalah Kasubbag TU H. Damsir, S.Ag. Menurut H. Damsir, tujuan dari kegiatan ini adalah agar kerukunan umat beragama di Kabupaten Bengkayang ini semakin terbina di dalam kehidupan bermasyarakat, yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling hormat menghormati, saling menghargai, dan setara dalam pengamalan ajaran agama dan saling bekerjasama.

Selain itu tujuan dialog lintas agama ini harapannya adalah dapat masukan dan gagasan guna membangun dan mengembangkan langkah-langkah strategis toleransi antar umat beragama, agar saling kenal, saling memahami, sekaligus menambah wawasan pengetahuan.

H. Damsir menambahkan forum seperti ini diharapkan dapat memberikan ruang untuk berkomunikasi, sehingga bisa saling mengenal lebih dalam lagi esensi hidup ditengah keberagaman

Dialog ini dimoderatori langsung oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, H. Mi’rad, S.Ag, adapun narasumber pembuka adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat yaitu Drs.H. Syahrul Yadi, M.SI.

Secara gamblang H.Syahrul Yadi membahas mengenai Intoleransi dan beberapa hal yang harus dijaga dalam memelihara Kerukunan Umat Beragama pada saat ini seperti: siap untuk dalam hal perbedaan, baik perbedaan, agama, suku, adat istiadat dan kebudayaan. Selain itu semua pihak harus secara bertanggung jawab dalam menjunjung tinggi toleransi dalam beragama dan berbudaya. Jangan sampai kita mudah diprovokasi yang dapat menghancurkan keindahan toleransi yang telah ada.

Selain itu menjaga NKRI juga menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga, begitu juga dengan Bhineka Tunggal Ika, melakukan gerakan dan kegiatan secara bersama terutama yang berkaitan dengan masalah di luar ibadah, dan perlunya pendidikan muatan lokal yang menekankan tentang multikultural. Terlebih Kabupaten Bengkayang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengna negara jiran, harus mampu menjaga keutuhan dan toleransi yang tinggi, ditengah kemajemukan yang ada.

"Untuk menjaga hal yang tidak kita inginkan, kita harus peka terhadap hal yang kecil, hal yang kecil tersebut jangan terlalu dianggap sepele, dan jangan kita terlalu mudah untuk mejustifikasi seseorang dengan kata-kata yang bisa menyudutkan seseorang atau orang yang berbeda agama, tentunya harus berfikir dengan panjang dalam hal mengambil tindakan serta keputusan", tegas H.Syahrul Yadi di hadapan semua para peserta.

Drs. Juriat sebgai narasumber yang kedua menyampaikan materi tentang toleransi dalam perspektif politik kebangsaan. Yang disampaikan adalah tentang toleransi berpolitik menuju kedewasaan. Juriat juga menambahkan bahwa di Kabupaten Bengkayang sendiri tingkat toleransi di Bengkayang sudah baik, dan perlu ditingkatkan dan dibina ke arah yang lebih baik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang mengapresiasi semua para tokoh Agama yang telah memberikan saran dan sumbangan pemikiran dalam upaya komitmen peningkatan kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Mempawah.

Ia berharap kerukanan umat beragama dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehingga permasalahan dapat teratasi dengan jalan musyawarah dan dialog lintas agama. Diakhir acara dibacakan bersama oleh seluruh peserta Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai.(Akhzari/ulil)

Berita: