Kegiatan dialog lintas agama yang di laksanakan oleh FKUB Kabupaten Kayong Utara dan difasilitasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara di laksanakan pada hari rabu, 25 September 2019 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Hasani Teluk Batang. Acara diikuti oleh 30 peserta dari perwakilan agama Islam, Katholik, Protestan, Buddha, Khonghucu dan ormas keagamaan di wilayah Teluk Batang, sebagaimana di sampaikan dalam laporan oleh Ketua Panitia bapak Harsono, S.E.I.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara Ruslan, S.Ag, MA menyampaikan bahwa forum ini adalah tempat terbaik untuk berdialog agar tidak terjadi konflik. Bukan berarti wilayah Kecamatan Teluk Batang tidak kondusif namun ini adalah sebagai bentuk pencegahan konflik dan menjaga stabilitas kerukunan.

Acara pembukaan di tutup dengan doa oleh ustadz Moh. Affandi, SHI dan selanjutnya acara dilanjutkan dengan dialog dengan pemateri Aris Sujarwono, SH., MH selaku Kasubbag  Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Ruslan, S.Ag, MA selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kayong Utara.

Materi pertama disampaikan oleh Aris Sujarwono, SH., MH tentang Merawat Kerukunan melalui Desa Sadar Kerukunan. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa perlunya menjaga kerukunan di Indonesia yang merupakan negara majemuk seperti taman yang memiliki aneka bunga sehingga nampak indah. Kemajemukan memiliki sisi positif dan negatif sehingga perlu adanya upaya untuk merawat dan menjaganya. Ketika kita mencintai Indonesia maka kita harus mencintai kemajemukan yang ada. Kemudian pesan tentang menjaga budaya yang ada, karena budaya adalah identitas bangsa. Dan yang menjadi perekat dan pemersatu Indonesia adalah Pancasila. Sedangkan salah satu upaya memperkuat kerukunan dan menjaga Pancasila adalah moderasi agama.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kemeneterian Agama memiliki program unggulan yang terus digerakan yaitu program Desa Sadar Kerukunan di wilayah propinsi Kalimantan Barat. Desa Sadar Kerukunan yang sudah diresmikan adalah Desa Kamuh di Kabupaten Bengkayang. Sedangkan wilayah  Kayong Utara mendapat mandat untuk membangun desa sadar kerukunan pada tahun 2020. Harapanya program tersebut dapat terealisasi sebagai upaya menjaga kerukunan yang langsung menyentuh masyakarat sekaligus sebagai role model.

Materi kedua di sampaikan oleh Ruslan, S.Ag., MA tentang Kebijakan Kementerian Agama di Bidang Kerukunan Umat Beragama. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan tentang visi dan misi, langkah-langkah strategis dan upaya konkret kementerian agama  dalam rangka membina kerukunan umat beragama. Termasuk disampaikan juga peran FKUB dalam membina kerukunan umat beragama, sebagaimana tugas pokok dan fungsi FKUB yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 tahun 2006. Tugas pokok FKUB di tingkat kabupaten yaitu meliputi 1). Melakukan dialog pemuka agama dan tokoh masyarakat; 2). Menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat; 3). Menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan pemerintah; 4). Melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat dan 5). Memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah.

Selanjutnya acara dilanjutkan tanya jawab dengan peserta diantaranya masalah pendirian rumah ibadah, pemberkatan pernikahan bagi umat non muslim dan pelayanan berkaitan dengan pendidikan agama di sekolah yang tidak memiliki guru agama khsususnya bagi siswa non muslim. Acara berjalan dengan lancar, hangat dan dialogis sehingga para pesertapun dapat berinteraksi dengan baik.