MEMPAWAH_Badiklat Keagamaan Jakarta menyelenggarakan Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penyelenggara Zakat bagi Penghulu dan Penyuluh Agama Islam di Ruang Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah selama 5 hari, mulai tanggal 25 s.d 29 September 2017.

Kegiatan yang memerlukan waktu selama 5 hari tersebut dihadiri oleh peserta sebanyak 40 orang, yang terdiri dari Kepala KUA Kecamatan, Penyuluh Fungsional PNS, dan para penyuluh honor yang ada di KUA Kecamatan. Sedangkan narasumber / widiaswara sebanyak dua orang yaitu H. Cecep Hilman, M.Ag, Drs. Iwan Falahuddin, M.Pd, dan dibantu oleh beberapa orang panitia lainnya seperti Dr. Ir.H. Ahmad Firdaus, MM selaku penanggung jawab, H. Mulyadi, S.Pd selaku Ketua, H. Sahro Wardi, Lc selaku Bidang Akademis, Sutarno, S.Pd.I selaku Sekretaris, dan Setiawan selaku bidang sarana.

Selain narasumber dari Badiklat Jakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah Dra. Hj. Isriyah juga turut menyampaikan materi dengan tema “Kebijakan Pembangunan Bidang Agama”, turut juga dalam penyampaian materi tersebut yaitu Kasi Administrasi Kediklatan H. Mulyadi, S.Pd materi tentang Kebijakan Diklat Teknis Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Penyampaian materi  tentang Building Learning Commitment (BLC), Pengembangan SDM dan Organisasi, Undang-undang No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Organisasi Pengelolaannya, Fiqih dan Zakat, Perhitungan dalam berbagai macam bentuk zakat, dan Fundraising Zakat disampaikan oleh H. Cecep Hilman, M.Ag dan Drs. Iwan Falahuddin, M.Pd selaku widiaswara.

Ketua Tim Diklat H. Mulyadi memaparkan bahwa tujuan diselenggarakan Diklat Teknis adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap peserta diklat untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai standar kompetensi masing-masing, menurutnya juga bahwa selama ini pelaksanaan diklat sangat minim dilaksanakan di tingkat daerah, sehingga sangat penting untuk dilakukan diklat.

H. Mulyadi berharap dengan peserta sebanyak 40 orang tersebut bisa mengembangkan kompetensinya masing-masing terkait tugasnya masing-masing, sehingga mampu memberikan pelayanan dalam hal pelaksanaan sesuai dengan aturan perundang-undangan dalam bidang zakat.

Metode pembelajaran dalam pelaksanaan diklat ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi), selain itu ada beberapa metode lain seperti: ceramah dan tanya jawab, Demonstrasi, Diskusi, Problem Identification, Problem Solving, Resitasi, Eksplorasi, dan Micro Teaching. (Rudi_Mpw).

Berita: