Mempawah. Duka kembali melanda negeri ini. Setelah Lombok  Nusa Tenggara Barat, kini Palu dan Donggala Sulawesi Tengah ditimpa gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan dibarengi  dengan terjangan tsunami (28/9/2018). Musibah ini menelan ribuan korban nyawa dan luka-luka. Simpati dan bela sungkawa mengalir dari seluruh rakyat Indonesia sebagai bentuk kepedulian pada korban dalam bentuk doa dan bantuan kemanusian.

Sebagai bentuk simpati kepada mereka yang menjadi korban, keluarga besar MTs Negeri 3 Mempawah  menggelar doa bersama dan juga mengumpulkan donasi. Doa bersama dilakukan di masjid al-Falah MTs Negeri 3 Mempawah dipimpin oleh guru al-Qur’an Hadist Muhlis, S.Ag.M.Pd pada Selasa 2 Oktober 2018, sedangkan pengumpulan donasi dilakukan Kamis, 4 Oktober 2018 oleh pengurus OSIS MTs Negeri 3 Mempawah. Donasi dengan mengumpulkan sumbangan dari seluruh siswa-siswi, para guru dan staf tata usaha MTs Negeri 3 Mempawah.

Dalam pengumpulan donasi tersebut terkumpul dana  sebesar Rp.  3,297,000 ( Tiga Juta Dua Ratus Sembilan Tujuh Ribu Rupiah). Dana ini akan diserahkan kepada kementerian Agama kabupaten Mempawah, yang kemudian akan diteruskan kepada Kementerian Agama pusat untuk disalurkan kepada para korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Muhlis, M.Pd sebagai koordinator pelaksana doa dan pengumupulan dana mengatakan bahwa doa dan pengumpulan donasi ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar MTs Negeri 3 Mempawah kepada para korban. “Sudah menjadi menjadi kewajiban bagi kita untuk saling membantu dan peduli kepada mereka yang memerlukan bantuan”, ujar Muhlish.

Kepala MTs Negeri 3 Mempawah Muhammad Yusuf, M.Pd.I menambahkan bahwa sebagai bagian dari rakyat Indonesia, kita harus peduli kepada siapapun, apalagi kepada mereka yang tertimpa musibah seperti ini. "Kepedulian ini tidak memandang perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan, karena kita bangsa Indonesia berbeda-beda tetapai tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tuggal Ika”, tegas Muhammad Yusuf. (Latif/Mpw)