MEMPAWAH:  Senin (13/11/17), Dewan Pengurus Daerah Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu Kabupaten Mempawah menyelenggarakan kegiatan Haul Akbar Opu Daeng Manambon yang ke-254, bertempat di Balai Kerja DPD PFKPM Kabupaten Mempawah Jl. Daeng Manambon Kelurahan Tengah Kecamatan Mempawah Hilir, dimulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan Haul Akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan Even Wisata Robo’-Robo’ yang rutin dilaksanakan oleh masyakarakat Kabupaten Mempawah, dan menjadi ajang silaturrahmi yang sangat erat antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, bahkan para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri yang menyaksikan langsung kemeriahan penyelenggaraan Even Robo’-Robo’, dengan tag line “Menjunjung Marwah, Menjage adat, Menjempot Tuah”.

Telah hadir dalam acara tersebut para Habaib dan Ulama, Sekjen Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Sekda Kabupaten Mempawah, Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Kapolres Mempawah, Dandim Mempawah, Kapolsek Mempawah Hilir, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para Laskar Opu Daeng Manambon, dan masyarakat sekitar di Kabupaten Mempawah.

Pelaksanaan Haul Akbar Opu Daeng Manambon pada tahun ini telah dirangkai oleh panitia dengan berbagai rangkaian acara yaitu pembacaan surah yasin oleh Ustadz Zakaria, pembacaan tahlil oleh Muhardi, S.Sos.I, Taushiyah sekaligus pembacan doa oleh Al Habib Iskandar Al-Qadri dari Pontianak, Sambutan oleh ketua DPD PFKPM Kabupaten Mempawah H.M. Husni Tamrin, dan penampilan Tar Hadrah oleh Tim dari Mempawah.

Dalam sambutannya H.M. Husni Tamrin mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pengurus DPD PFKPM dalam melestarikan nilai-nilai leluhur dan nilai-nilai budaya, salah satunya adalah haul Opu Daeng Manambon, ia menuturkan bahwa kehadiran Opu Daeng Manambon telah menjadikan cikal bakal berdirinya Kabupaten Mempawah.

“dengan kehadiran Opu daeng Manambon Islam bisa tersebar di seluruh wilayah Pontianak saat itu,  

beliau bersama Habib Husin, Syekh H. Muhammad Saleh telah menyebarkan Agama Islam, oleh sebab itu terselenggaranya kegiatan kita pada hari ini hingga besok dan selanjutnya, adalah merupakan wujud kecintaan kita kepada beliau, serta para leluhur kita yang telah mendahului kita”

H.M. Husni Tamrin juga menepis beberapa pendapat yang mengatakan bahwa robo’-robo’ adalah syirik, ia mengatakan bahwa orang-orang yang berpendapat demikian adalah orang yang tidak mengerti serta tidak paham tentang sejarah Opu Daeng Manambon, menurutnya Opu Daeng Manambon tidak mungkin mengajarkan kepada anak cucunya tentang hal-hal yang syirik.

“beliau (Opu Daeng Manambon) adalah salah seorang yang telah berperan besar dalam penyebaran agama Islam, hal ini beliau lakukan bersama Habib Husin, tentunya syariat-syariat Islam telah beliau pahami dan ajarkan kepada masyarakat setempat pada saat itu, hal ini terbukti bahwa masyarakat Kabupaten Mempawah merupakan masyarakat yang agamis, sopan, santun dan tetap menjunjung adat istiadat yang telah diajarkan oleh para pendahulu”, tegas H.M. Husni Tamrin.

Tidak hanya itu, menurut H.M. Husni Tamrin, bahwa Opu Daeng Manambon sejak ratusan tahun yang lalu sudah mengajarkan kepada anak cucunya tentang Bhineka Tunggal Ika, sehingga kearifan lokal seperti even budaya robo’-robo’ menjadi perekat persatuan dan kesatuan bagi masyarakat Kabupaten Mempawah saat ini, “NKRI menjadi harga mati yang musti harus di jaga oleh kita semua, jangan kita mau diadu domba, dipecah belah oleh orang yang tidak bertanggungjawab, karena perdamain itu merupakan harga yang mahal dan harus dijaga, sehingga mudah-mudahan Allah SWT selalu merahmati kita semua”, tambah H.M. Husni Tamrin.

Dalam melestarikan ajaran Agama Islam serta melaksanakan kebudayaan pada Even Robo’-Robo’ Tahun 2017, panitia telah menggelar beberapa kegiatan lainnya seperti membersihkan makam agar terlihat bersih, membersihkan barang pusaka yang merupakan peninggalan para leluhur, pelaksanaan Haul, makan seprahan, gelar sholawatan, kegiatan seni tar dan jepin, serta melakukan ziarah ke makam-makam raja dan para Habaib di wilayah Kabupaten Mempawah.

Sementara itu Al Habib Iskandar Al-Qadri dalam taushiyahnya menyampaikan tentang hikmah dari proses hijrah Nabi Muhammad SAW. sehingga menurut beliau peristiwa Robo’-Robo’ merupakan sejarah yang telah menceritakan napak tilas kedatangan raja Opu Daeng Manambon mulai dari Sukadana selanjutnya ke Mempawah yang disambut dengan suka cita oleh masyarakat Mempawah, karena diangggap bisa mewarnai dan merubah minsed masyarakat Mempawah pada saat itu.

“hal ini telah mengenangkan kita kembali akan hijarah Nabi Muhammad dari Kota Mekah ke Kota Madinah pada tanggal 26 Safar tahun 1622M pada hari kamis, sehingga Islam saat itu bisa bangkit dari momen hijrah Nabi Muhammad SAW. oleh sebab itu, Kabupaten Mempawah telah bangkit dengan adanya keberadaan atau kedatangan orang besar yaitu Opu Daeng Manambon beserta rombongan”.

Sehingga Habib Iskandar Al-Qadri berkesimpulan bahwa bulan safar merupakan bulan yang bertuah, serta bulan yang bermakna, dikarenakan bulan safar merupakan tonggak pertama islam dibangkitkan oleh Allah SWT.

Usai kegiatan tersebut, lakukan acara menyampaian santunan terhadap para anak yatim piatu, dengan memberikan bingkisan berupa uang, diberikan secara bergantian, mulai dari Ketua DPD PFKPM Kabupaten Mempawah H.M. Husni Tamrin, Sekda Mempawah, Ketua DPRD, dan Sekjen DPD Pemuda Melayu Provinsi Kalimantan Barat. (Rudi_Mpw).

Berita: