BENGKAYANG_Kamis (31/5) setelah 2 minggu berturut-turut mengaudit program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2017 pada madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Bengkayang, baik itu madrasah  negeri maupun swasta tibalah pada tahap akhir yakni expose hasil audit yang dilaksanakan di Aula Kankemenag Bengkayang.

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Madrasah, Bendahara madrasah, dan pengelola BOS. Para auditor juga turut hadir dalam expose hasil audit ini program BOS ini. Pada kesempatan ini Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Sy. Machmud, S.H menyampaikan bahwa “tujuan daripada audit ini adalah untuk melihat apakah pengelolaan dana BOS telah sesuai dengan aturan yang berlaku, dan proses pelaksanaannya apakah telah sesuai prosedur dan sesuai peruntukkannya. Disamping itu audit ini untuk membina pengelolaan dana BOS agar kedepannya semakin baik.” Beliau juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para tim auditor yang telah sudi datang di daerah yang berbatasan dengan negara jiran ini.

Sebelum mengekspose hasil audit ada beberapa hal yang disampaikan oleh penanggung jawab tim audit dari Inspektorat Jenderal Pusat yaitu H. Jupri yang dalam hal ini juga merupakan pengendali teknis. Sebelumnya H. Jupri banyak mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Bengkayang atas bantuannya selama ini dalam proses audit ini. H. Jupri juga menyampaikan bahwa proses audit berjalan dengan lancar, dan kami telah menunaikan tugas disini sesuai jadwal yang ada. “Langkah-langkah audit yang pada awal pertemuan tempo hari telah kami laksanakan seperti entry briefing, sampling audit, berifikasi berkas, dan terakhir pada hari ini adalah ekspose hasil audit” tuturnya.

Menurutnya dari 4 Madrasah Ibtidaiyah, 6 Madrasah Tsanawiyah, 1 Madrasah Aliyah Negeri, dan 2 Madrasah Aliyah Swasta yang ada di Bengkayang banyak hal yang masih harus dikoreksi agar kedepannya lebih baik lagi. Ada 16 poin  kondisi umum yang disampaikannya terkait dengan  hasil audit program BOS ini, yang kedepannya diharapkan segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait.

Pembacaan hasil expose dibacakan oleh Ketua tim audit Suandi namun sebelum menyampaikan hasil audit Suandi mengoreksi beberapa kekeliruan yang dilakukan para pengelola dana BOS yang dinilai kurang tepat. Kedepannya hal itu diharapkan agar tidak dilakukan karena akan mengurangi bobot penilaian. Suandi juga berharap agar bukti-bukti, kwitansi-kwitansi, nota pembelian agar dilengkapi karena masih banyak yang tidak dilampirkan. Pembacaan hasil audit dibacakan semuanya per satker /madrasah yang diaudit berikut bobot-bobot nilainya. Ia juga berharap poin-poin yang disebutkan tadi agar segera ditindaklanjuti. Setelah ekspose hasil audit dilanjutkan dengan foto bersama. (Akhzari)

Berita: