SINGKAWANG. Pusat Kerukunan Umat Beragama, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia mengelar Kegiatan Silaturahmi Nasional Tokoh Agama (Silatnas Toga) dan Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Rakornas FKUB) Tahun 2017 yang diselenggarakan di Royal Kuningan Hotel, Jl.Kuningan Persada kav.2 Setia Budi Jakarta selatan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Tokoh Agama dan pengurus FKUB diwilayah RI termasuk diantaranya Ketua FKUB Kota Singkawang Baharuddin, SH beserta beberapa pengurus FKUB Kota Singkawang. Adapun kegiatan Silaturahmi dan Rakornas FKUB ini direncanakan selama 4 hari yaitu dari tanggal 27 s/d 30 November 2017.

Dalam laporannya, ketua panitia Ferimeldi, Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan Silatnas Toga dan Rakornas FKUB tahun 2017 ini dihadiri oleh sekitar 362 Peserta dari seluruh wilayah Republik Indonesia. Ia mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sebagai upaya menyatukan persepsi dan komitmen tugas-tugas FKUB  dimasa kini dan yang akan datang dengan mengingat substansi pentingnya PBM Nomor 9 & 8 tentang Pemberdayaan FKUB. Dalam PBM 9 & 8 tersebut dijelaskan bahwa tupoksi FKUB antara lain melakukan dialog keagamaan, menampung aspirasi masyarakat dan menyalurkan aspirasi masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Gubernur, Bupati dan Walikota terkait dalam hal memelihara Kerukunan Umat Beragama, serta merekomendasikan pendirian rumah ibadah.

Pada kesempatan yang sama Ferimeldi yang merupakan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI itu menyebut peran tokoh agama menjadi penting oleh karena dinamika umat beragama yang terus berkembang. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan berbagai langkah kongkrit terhadap persoalan bangsa pada umumnya. Dalam hal ini perlu ditumbuhkan dan ditingkatkan komunikasi dan dicarikan rumusan agar keberagaman terus terpelihara dengan baik. Rakornas ini pula dimaksudkan agar mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif kedepannya, dengan tujuan agar terbangun komunikasi nasional antar FKUB di seluruh wilayah Republik Indonesia serta Mampu menemukan langkah langkah kongkrit dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Sementara itu Pidato Pengarahan sekaligus pembukaan resmi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin. Menag menyampaikan bahwa Silaturahmi Nasional Tokoh Agama dan Rapat koordinasi FKUB seluruh Indonesia ini mempunyai makna yang sangat strategis dan dapat menjadi silaturahmi Fiqri yang dapat menggali pendapat dan pandangan-pandangan baru. Ia berharap melalui silatnas dan rakornas FKUB ini kita tetap dan terus menerus mampu menjaga dan memelihara Kerukunan Umat Beragama diseluruh wilayah Republik Indonesia  dengan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama yang akan datang.

Pertemuan ini pula dimaksudkan untuk bagaimana agar FKUB diberikan penguatan dari waktu ke waktu agar kemampuan dalam menjaga dan memelihara kerukunan bisa ditingkatkan. Kementerian Agama RI telah mengupayakan regulasi FKUB melalui Rancangan Undang Undang RI tentang Perlindungan Umat Beragama, kita inginkan agar pemerintah kabupaten/kota memiliki tanggung jawab yang sama dalam fungsi penguatan FKUB diwilayahnya masing masing. “Menurut hemat saya kedepan tantangan tidak semakin ringan, untuk itu bagaimana kita harus menjaga warisan pendahulu kita. Harus dibangun kesadaran umat agar lebih memahami sisi dalam dari agama itu, karena kalau dari sisi luar keagamaan dimanfaatkan oleh pihak luar, integrasi bangsa kita tidak akan mudah terancam,” ujarnya

“Keberadaan bapak dan ibu sebagai pengurus FKUB menduduki posisi yang begitu mulia, kita memiliki tugas tanggung jawab agar bagaimana sesama umat manusia hidup rukun. Pengurus FKUB itu bukan hanya the selective people only, tetapi takdir Tuhan ikut menentukan. Berbaktilah kepada negara dan bangsa, tetap lah menjaga menjaga kedamaian dan kemuliaan yang harus kita jaga dan hormati. Melalui Silatnanas dan Rakornas FKUB ini mari kita tingkatkan kualitas Kerukunan Umat Beragama ditanah air tercinta Republik Indonesia,” pungkasnya.

Selanjutnya Menteri Agama RI memukul gong tanda dibukanya kegiatan Silatnas Toga dan Rakornas FKUB Tahun 2017 tersebut.(Jk/hms)

Berita: