SINGKAWANG. Pemerintah Kota Singkawang pada hari Rabu, 2 Agustus 2017 menerima kunjungan kerja dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta. Kedatangan rombongan FKUB Kota Surakarta ini diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Singkawang Drs. Sofyan Fahri, M.Si di Ruang Rapat Walikota Singkawang.

Menyambut kedatangan rombongan para pemuka agama dari Kota Surakarta ini, Sofyan menjelaskan mengenai berbagai kondisi Kota Singkawang. Ia menjelaskan Kota Singkawang mulai terbentuk pada tahun 2001 hasil dari pemekaran wilayah dari Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang berdasarkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2001.

Dengan luas wilayah 504 km² dan dengan keberagaman penduduknya baik suku maupun agama yang ada di kalangan masyarakat Kota Singkawang, beberapa kali terjadi konflik dan berpotensi untuk digiring ke arah isu SARA. Namun konflik selalu dapat segera diselesaikan, dan tidak berlarut-larut atau bahkan kian melebar. "Ditangani dengan mengandalkan kearifan lokal dan melibatkan pihak-pihak lain termasuk FKUB", terang Sofyan.

Sementara itu Ketua FKUB Kota Singkawang Baharuddin, SH menyampaikan bahwa kunjungan kerja yang dilakukan FKUB Kota Surakarta ini dimaksudkan untuk melihat secara dekat kehidupan beragama dan kerukunan umat beragama yang ada di Kota Singkawang yang beberapa tahun yang lalu memperoleh predikat kota toleransi terbaik ke-3 tingkat nasional berdasarkan hasil penelitian Indeks Kota Toleran oleh lembaga Setara Institute.

Kembali disampaikan Baharuddin, rombongan FKUB Kota Semarang yang berkunjung sebanyak 25 orang dengan agenda mengunjungi beberapa tempat ibadah bersejarah yang ada di Kota Singkawang seperti Masjid Raya Singkawang, Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang dan Gereja Fransiskus Assisi Kota Singkawang. “Dengan adanya kunjungan ini, kita saling bertukar informasi terkait kebijakan pemerintah, program dan langkah yang telah dilakukan dalam upaya menjaga dan melestarikan kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai ragam agama dan budaya yang ada,” ungkap Baharuddin.(Jk/hms)

Berita: