MEMPAWAH _ Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Mempawah menggelar Diklatsar BANSER angkatan II yang diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 10 s.d 12 Maret 2017 di Pondok Pesantren Tarbiyatushibyan Desa Sungai Kunyit Hulu Kecamatan Sungai Kunyit.

Kegiatan dimulai dengan Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Anshor dan Banser.

Pelaksanaan Diklat ini merupakan Diklat yang kedua kalinya setelah diselenggakannya Diklat yang pertama di Pondok Pesantren Ma'arif Darul Ulum Desa Antibar.

Dengan menyonsong thema "Penguatan Jiwa Nasionalisme Pemuda Anshor sebagai Benteng Ulama dan NKRI", menjadikan kegiatan para Pemuda Anshor untuk bangkit kembali melihatkan kiprahnya dalam menjaga, mempertahankan, dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 100 orang peserta yang rata-rata berusia muda dan sangat enerjik, serta memiliki potensi yang tinggi untuk mengemban amanah GP. Anshor di wilayah Kabupaten Mempawah akan datang.

Beberapa rangkaian materi diklatsar yang akan ditempuh peserta yaitu materi tentang ke Anshoran dan ke Banseran, mujahadah, olah raga, pencak silat, baris berbaris, steeling/pendadakan, latihan berganda, ke NUAN, intelijen, penggalangan dan percerai beraian, tata upacara, teknik pengamanan, atraksi, caraka malam, dan pembaiatan.

Saat memberikan arahannya, Ketua Pimpinan Cabang GP. Anshor Mempawah Rajuini, S.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai daerah, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius tapi santai, dan tetap semangat, sambil meneriakkan yel yel yang diikuti oleh seluruh peserta dengan nada yang kompak, "siapa kita!!, NKRI!!, Pancasila!!".

Ustadz Al Faqih selaku ketua yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatushibyan dihadapan seluruh peserta berpesan, jika terdapat paham-paham yang yang tidak sesuai dengan apa yang dianut di Negara Indonesia, maka Banser Anshor harus berada di garda terdepan demi bangsa, negara, jiwa, walaupun harus berkorban jiwa dan raga. Menurutnya semangat Banser adalah jiwa yang tidak akan tergoyahkan oleh oknum siapapun demi untuk menegakkan Keamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kades Sungai Kunyit Hulu, Drs. Misnawar mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakannya Diklat Banser adalah untuk melatih diri dalam meningkatkan kedisiplinan, kepatuhan serta keterampilan dalam menegakkan cita-cita luhur yang diemban dalam organisasi besar di Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama.

Misnawar juga berharap Banser NU Mempawah kedepannya bisa mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Banser, sehingga Banser bisa tetap eksis selamanya.

Kapolsek Mempawah Timur IPDA Dodi mengatakan bahwa Banser merupakan kekuatan besar yang berada wilayah NKRI, sehingga Banser merupakan amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Pesannya juga agar pelaksanaan Diklat dilaksanakan dengan penuh disiplin, serta dedikasi yang tinggi agar bisa menghasilkan yang maksimal, Selaku kepala wilayah Polsek Sungai Kunyit Hulu, ia berbangga dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh GP. Anshor Mempawah.

"Banser Anshor merupakan generasi muda yang di harapkan oleh negara untuk menjaga pertahanan dan keamanan, apabila pemudanya kuat, maka negara juga menjadi kokoh atau kuat, para pemuda harus berhati-hati karena saat ini kita tengah menghadapi darurat narkoba, yang bisa mengancam keselamatan para pemuda saat ini", tegas IPDA Dodi tatkala memberikan motivasi kepada para peserta Diklatsar II.

Dewan Pembina GP. Anshor Mempawah yang juga mewakili PCNU Kabupaten Mempawah Kamaludin, M.Pd mengatakan bahwa pemuda identik dengan gerakan, oleh sebab itu ia berharap Banser Anshor bisa hadir ditengah-tengah masyarakat, "saat ini peserta kegiatan berjumlah 100 orang peserta, jika jumlah 100 orang bisa bergerak di masyarakat, maka akan bisa merubah mindset masyarakat menjadi masyakat yang berilmu, berwawasan dan berdedikasi Banser Anshor", ucap Kamaludin, diiringi dengan kalimat "amin" oleh seluruh peserta dan undangan.

"Banser Anshor juga diharapkan bisa menjaga ulama, negara, dan harus mempunyai paradigma baru, apapun profesi kita baik sebagai siswa, mahasiswa dan wajib bergerak dalam hal yang positif, di bawah naungan Nahdlatul Ulama", tambah Kamaludin yang juga Kepala Subbag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.

Kamaludin juga berharap agar peserta Diklatsar Banser Anshor harus mengetahui dunia luar dan perkembangannya, karena menurutnya informasi saat ini sangat cepat perkembangannya, sehingga informasi yang disuguhkan pun beragam, mulai berita aktual hingga berita palsu atau hoax.

Ketua wilayah GP. Anshor Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Nurdin, S.Pd mengatakan kondisi negara saat ini dalam keadaan yang memiliki berbagai hal, maka peran masyarakat terlebih Anshor dan Bansernye harus bertindak sebagai penyejuk, penenang, dan harus bisa mendinginkan suasana. "Dakwah kita adalah untuk merangkul, bukan malahan saling memukul, walaupun kita berada di tengah kondisi yang di cabik-cabik, tentunya kita harus punya sikap untuk mempertahan itu semua, mulai dari Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika", ucap Nurdin.

Ia juga mengingatkan tentang sejarah bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, menurutnya, Banser Anshor NU merupakan organisasi Nahdlatul Ulama yang lahir sebelum Negara Indonesia merdeka, tatkala KH. Hasyim Asyari mengumandangkan berjihad melawan penjajah yang ditandai dengan kebebasan kota Surabaya dan penjajajahan saat itu, sehingga sangat populer dengan sebutan Resolusi Jihad, dimana saat itu adalah rata-rata anak-anak santri, mahasiswa bersatu bersama-sama dalam upaya melawan penjajahan. "Alhamdulillah berkat kerjasama santri, ulama, dan seluruh para pejuang saat itu, akhirnya Indonesia dapat memenangkan kemerdekaan dari tangan penjajah", tukas Muhammad Nurdin dengan penuh semangat.

"Diklatsar kali ini menghadirkan instruktur dari kalangan profesional yang telah teruji dan terlatih salah satunya adalah Ust. Tohidin dari Sekadau dan Zarkasi dari Pontianak dan dibantu oleh para pasukan lainnya", terang Nurdin yang dilanjutkan dengan membuka kegiatan Diklatsar Banser secara resmi. (rudi/mpw).

Berita: