Sambas-MAN Insan Cendekia Sambas, Anti-Corruption Teacher Supercamp merupakan salah satu program yang dijalankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meningkatkan daya dukung terhadap implementasi pendidikan antikorupsi dengan melakukan pemberdayaan kreativitas guru selaku tenaga pendidik dalam menciptakan dan mengembangkan berbagai model implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah.

Pada tahun 2017 ini, KPK kembali menyelenggarakan “Anti-Corruption Teacher Supercamp” yang dilaksanakan di Puncak Bogor pada 13-18 Nopember 2017 dengan sasaran guru madrasah/pondok pesantren (RA, MI, MTs, MA, MAK).

Bagian penting dalam proyek ini adalah melibatkan para guru madrasah dan pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang memiliki minat, bakat, atau pengalaman dalam membuat inovasi pembelajaran antikorupsi serta memiliki semangat dan komitmen antikorupsi.

Adalah Sutardi (guru kimia) dan Dian Puspitasari (guru ekonomi), 2 guru MAN Insan Cendekia Sambas yang berkesempatan bergabung bersama 100 peserta lain dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Seleksi dilakukan terhadap 250 calon peserta yang mengirimkan assesmen integritas pribadi dan naskah inovasi pembelajaran, pembuatan boardgame, cerpen, atau naskah drama/film yang bermuatan anti korupsi.

Anti-Corruption Teacher Supercamp bertujuan untuk membantu meningkatkan kapasitas para guru madrasah/pondok pesantren dalam menyusun materi pendidikan antikorupsi, untuk memperkaya konten atau literatur pendidikan antikorupsi yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam pembelajaran di madrasah/pondok pesantren, dan mendorong kreativitas para guru madrasah/pondok pesantren dalam menciptakan model pembelajaran yang efektif dalam pendidikan antikorupsi di sekolah.

Guna mencapai target tersebut, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah praktisi dan pemateri berpengalaman di bidangnya, diantaranya materi tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi, gerakan guru dalam pemberantasan korupsi, inovasi pembelajaran antikorupsi, model insersi pendidikan antikorupsi dalam mata pelajaran, penyusunan media pembelajaran antikorupsi, pengembangan ide cerita yang kreatif dan karakter yang kuat dalam sebuah cerita, penyusunan sebuah cerita yang menarik dan sesuai dengan target pembaca dan lain-lain.

Dalam sambutannya wakil ketua KPK, Laode M. Syarif mengharapkan para alumni Anti-Corruption Teacher Supercamp sejak tahun 2015 hingga 2017 ini dapat menjadi penggerak pembelajaran anti korupsi di sekolah/madrasah, mendorong dirinya dan guru lain untuk menumbuhkan nilai-nilai anti korupsi (jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil) pada diri siswa melalui pembelajaran.

Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan secara khusus tetapi ditumbuhkan dan dibiasakan melalui integrasi dengan materi pembelajaran. Oleh karenanya diperlukan keberanian dan keterampilan seorang guru untuk membuat inovasi pembelajaran anti korupsi yang menarik dan bernilai, bukan hanya pembelajaran yang terfokus pada selesainya materi pelajaran. Untuk dapat menjadi akhlak mulia pada diri siswa, kesembilan nilai tersebut harus dipraktekkan dalam pembelajaran.(ded/hmsic)