Mempawah, bimas islam– Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor mengatakan bahwa ulama dan santri merupakan aset penting yang dimiliki bangsa Indonesia. Keduanya memiliki peran penting dalam mewujudkan kemerdekaan serta menjaga agar NKRI tetap bediri tegak hingga hari ini. 

Hal itu disampaikan Tarmizi saat mewakili Menteri Agama dalam acara Istighasah dan doa bersama dalam rangka memperingati hari Pahlawan dan Santri Nasional serta 64 tahun yang dirangkai dengan istighosah dan reuni alumni Pondok Pesantren Al Khairiyah Desa Sungai Bundung Kecamatan Sungai Kunyit Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu, (18/11).

Dikatakan Tarmizi, kecintaan ulama dan santri terhadap NKRI tidak perlu diragukan. Bahkan kesetiaan itu diwujudkan tanpa syarat. “Salah bila ada orang yang bilang ulama dan santri tidak cinta NKRI, karena hakikatnya merekalah yang berjuang merebut kemerdekaan dan menegakkan NKRI. Mana mungkin yang menegakkan NKRI tidak cinta NKRI“, ujarnya.

Dihadapan para ulama, santri dan umat Islam Kabupaten Mempapwah, Tarmizi juga mengajak umat Islam untuk bersama sama menjaga bangsa Indonesia agar tetap aman, damai dan tidak mudah terpancing dengan isu agama yang dapat memecah belah umat.

“Negara ini kita bangun bersama, atas dasar UUD 1945 dan Pancasila. Dan kita memiliki tugas bagaimana negara ini aman dari tindakan yang bisa menimbulkan perpecahan dari isu agama“, ungkapnya.

Kementerian Agama, lanjut mantan Kakanwil Kemenag Riau ini, terus berupaya menciptakan masyarakat yang taat beragama, sejahtera lahir batin. “Tugas kami adalah bagaimana menciptakan masyarakat beragama yang taat agama, sejahtera lahir batin. Islam itu menebarkan damai bukan permusuhan. Salah satu indikator orang taat beragama itu dia selalu menebarkan kedamaian di masyarakat,“ terangnya.

Kedamaian, Tarmizi menambahkan merupakan syarat penting sebagai modal pembangunan nasional. Dengan adanya keadaan damai maka masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyu serta kehidupan dengan semestinya.

Diakhir sambutannya, Tarmizi menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pondok Pesantren Al Khairiyah yang telah memberikan kontribusi besar dalam memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan agama. Istighasah ini dihadiri pimpinan pondok pesantren Al Khairiyah. Hadir pula Dandim Mempawah mewakili panglima TNI, Direktur Binmas Polda Kalbar, Kepala Kantor Kemenag Mempawah,H.Kamaluddin,M.Pd, Ketua 1 MUI Kalimantan Barat yang juga Kepala Kemenag Kubu Raya, Drs.H.Ja`far A,M.Si, Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Kalbar, Aris Sujarwono,MH dan berbagai pimpinan ormas setempat seperti BKMT,FPI dan Laskar Melayu.

Antusiame para santri dan alumni telah dimulai sejak awal pagi, dimulia dengan pembacaan sholawat yang membangkitkan semangat dan rasa kerinduan saat menjadi santri dimasa lalu. Para warga masyarakat tidak ketinggalan hadir meramaikan kegiatan yang menjadi tradisi dilingkungan ahlussunnah wal jamaah ini, terlebih pimpinan Pesantren Al Khairriyah, H.Suryansyah,SE,M.Si merupakan salah satu pengurus PW NU Kalimantan Barat. 

Mempawah. (syamsuddin/bimas islam) editor (arissujarwono)