SUNGAI RAYA KEPULAUAN_Ahad (24/6)  Halal bihalal merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan Pemda Bengkayang Bersama Masyarakat Bengkayang. Pada tahun ini acara halal bihalal dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Sungai Raya Kepulauan. Adapun tema kegiatan halal bihalal kali ini adalah “merajut tali silaturahmi demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bengkayang, Wakil Bupati Bengkayang, Jajaran Forkopimda, Jajaran SKPD, Kepala KUA, Tokoh-tokoh Agama, tokoh-tokoh lintas adat, Majelis-mejelis Taklim, Komunitas-komunitas pemuda, tamu undangan dan masyarakat Bengkayang pada umumnya. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Sy. Machmud, SH juga hadir pada kegiatan halal bihalal ini, didampingi oleh Kasubbag TU H. Damsir, S.Ag dan Kepala KUA Sungai Raya Ahmad Sihabudin, S.HI

Sebelum dilaksanakan acara halal bihalal kegiatan, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama rumah adat melayu yang terletak persis di seberang jalan raya kantor camat sungai raya kepulauan. Peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot disaksikan oleh Wakil Bupati Bengkayang, Jajaran Forkopimda, Jajaran SKPD, Kepala KUA, Tokoh-tokoh Agama, tokoh adat Melayu dan masyarakat Bengkayang. setelah itu bupati langsung menuju panggung kegiatan acara halal bihalal.

Sedianya acara halal bihalal ini dijadwalkan dimulai pada pukul 12.30 namun terkendala oleh kondisi hujan yang lumayan deras, dan menunggu penceramah yang masih belum berada dilokasi acara. Menurut panitia penceramah dikabarkan akan terlambat datang disebabkan pesawat tidak dapat mendarat di bandara Supadio Pontianak karena alas an cuaca buruk penerbangan dialihkan pendaratannya ke Batam, sehingga kedatangan penceramah terlambat datang dari jadwal yang seharusnya.

Sembari menunggu penceramah datang, acara segera dimulai meski dalam cuaca hujan gerimis. Tidak lama setelah acara dimulai, rombongan penceramah datang dan langsung menempati tempat yang telah disediakan oleh panitia.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alqur’an dilanjutkan dengan pembacaan sari tilawah. Berikutnya adalah penyerahan penghargaan kepada perwakilan Suku Melayu atas partisipasinya pada pertemuan suku-suku di Istana Presidin RI di Bogor. Kemudian dilanjutkan sekapur sirih dari Ketua Panitia H. Edwin Edi, SE. Diawal sambutannya H. Edwin mengucapkan pantun sekaligus ucapan selamat Idul Fitri kepada Segenap umat muslim yang merayakannya. Menurut H. Edwin Halal Bihalal seperti ini penting untuk dilaksanakan sebab dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI, khususnya di Bengkayang. Ketua DMI Bengkayang ini juga mengapreasiasi Bupati Bengkayang yang mencatatkan sejarah pada peletakan batu pertama rumah adat melayu ini.

Sambutan Berikutnya adalah dari orang nomor satu di Bengkayang yakni Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Si yang tak lupa mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin kepada semua umat muslim di Bengkayang. Menurutnya kegiatan seperti ini adalah salah satu cara  membangun toleransi yang baik di Bumi Bengkayang ini, ke depannya Gidot berharap tingkat toleransi intra dan antar umat beragama semakin baik di Bengkayang ini.

Kemudian masuk ke acara yang ditunggu-tunggu yakni ceramah agama dari penceramah asal Jakarta yakni H.Wildan Delta atau yang populer dengan nama panggung Kiwil. Dalam ceramahnya H. Kiwil mengajak para hadirin dan masyarakat Bengkayang agar selalu bersyukur dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Disamping itu pemain Sinetron Kun Anta ini juga menyampaikan bahwa silaturahmi itu bagian dari ibadah, maka dari itu maka perpanjanglah tali sliaturahmi itu. Tidak hanya H. Kiwil yang tampil memberikan siraman rohani kepada masyarakat Bengkayang namun juga Guru dari H. Kiwil yakni KH Buya Cep Jamhur Fahrurrozi atau lebih akrab disapa Buya oleh H. Kiwil yang mana Buya menyampaikan sejarah dari Halal bihalal yang hanya dapat ditemui di Indonesia saja, tidak terdapat di negera lainnya. Beliau juga mengajak kepada para hadirin agar di bulan syawal agar saling bermaafan dan memberikan maaf kepada saudaranya. “Halal Bi Halal itu tradisi yang baik, maka harus dilestarikan, karena dapat mempererat persatuan dan kesatuan di negeri kita,” tutur Sahabat Mendiang Ustadz Jefri Al Buchori ini.

Acara halal bihal ini ditutup dengan doa bersama. Setelah itu ada seremonial tambahan yakni makan bersama. Makan bersama kali ini dilakukan dengan cara adat melayu yang biasa dikenal dengan makan saprahan. Yaitu makan bersama secara berkelompok, 1 kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang duduk bersila, menghadap makanan yang telah disiapkan, makanan yang dihidangkan terdiri dari berbagai macam lauk pauk, sayur dan buah-buahan. Setiap orang bebas mengambil sendiri makanan yang telah disiapkan secara bergantian. Makan bersama secara saprahan ini dapat menjalin keakraban bahkan dengan yang belum kita sekalipun. (Akhzari)

Berita: