Berbeda dengan masjid-masjid yang telah dikunjungi kontributor website Kanwil Kemenag Kalbar dari Kota Pontianak berkaitan dengan peliputan penyembelihan hewan qurban dalam rangka hari raya idul ‘adha 1438 H / 2017, di Masjid At-Taqwa yang beralamat di Jalan Tebu terasa sekali prosesnya tidak bisa disaksikan oleh warga secara bebas seperti di lokasi pemotongan sebelumnya.

Hal ini dikarenakan didepan pintu gerbang masuk masjid dijaga ketat oleh dua orang polisi. Kondisi ini membuat kontributor berita enggan untuk masuk dan lebih senang mengamati dari luar pagar. Pejagaan polisi ini sangat dibutuhkan dalam rangka tertib dan lancarnya proses penyembelihan dan penyaluran daging qurban di lingkungan Masjid At-Taqwa.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Sekretaris Panitia Qurban,Ronie Darwanto diketahui bahwa ada empat orang polisi yang diminta oleh panitia untuk mengamankan kegiatan tahunan tersebut. “Empat orang,” kata Ronie ketika dimintai keterangan terkait dengan jumlah polisi tersebut. Yang bebas keluar masuk di lingkungan masjid tersebut adalah diantaranya panitia qurban.

Jika di masjid – masjid lain bisa terlihat dengan mudah hewan-hewan qurbannya maka di masjid ini terasa sulit hal ini dikarenakan lingkungan masjid yang dikelililingi pagar tertutup. Kontributor berita dari Kota Pontianak hanya bisa melihat sedikit dari luar pagar saat panitia sedang memotong-motong daging dan tulangnya saja, sedangkan untuk melihat hewan-hewan qurban yang belum disembelih sulit karena sapi dan kambingnya berada dibagian halaman masjid sudut yang lain. Hal ini berdasarkan keterangan dari ASN Kemenag Kota Pontianak tersebut saat ditemui dan dimintai keterangan, selasa (5/09) terkait dengan penyembelihan hewan qurban pada hari sabtu (02/09) di lingkungan Masjid At-Taqwa.

Sama seperti masjid-masjid yang lainnya, untuk kelancaran proses penyembelihan qurban pengurus masjid sejak jauh hari telah membentuk kepanitiaan. Berdasarkan informasi dari Ronie jumlah anggota dalam kepanitiaan ini sebanyak empat puluh lima orang yang diketuai oleh Mohtar.

Adapun jumlah hewan yang disembelih panitia dalam rangka hari raya qurban tahun 1438 H/2017 dilingkungan masjid at-taqwa sebanyak dua puluh dua ekor. Dengan perinciannya , lima ekor sapi dan tujuh belas ekor kambing. “Sapi lima, kambing tujuh belas,” ungkap Ronie ketika ditanya terkait dengan jumlah hewan qurban.

Pendistribusian daging qurban , sebagian besar dilakukan dengan tidak secara langsung tapi disalurkan melalui ketua-ketua RT yang merujuk pada data-data penerima zakat pada bulan ramadhan 1438 H. “Yang berqurban dapat, panitia dapat, yang didata dapat berdasarkan pendataan pembagian zakat yang lalu, lebihnya barulah dibagikan secara langsung,” jelas Ronie.

Proses keseluruhan penyembelihan hewan sampai dengan penyaluran daging qurban alhamdulillah berjalan dengan aman dan tertib. “ tertib,aman dan lancar,” tutur PNS Kemenag Kota Pontianak ini. (Gunawan_Ptk).

Berita: