Pada Ramadhan 1439 H ini, kembali diadakan kegiatan Daurah Al-Qur’an dari tanggal 21-31 Mei 2018 bagi semua warga MAN insan Cendekia Sambas. Daurah berasal dari kata daara-yaduuru-daurah artinya mengelilingi, lingkaran, rangkaian, karantina atau perkampungan. Jadi, Daurah Al-Qur’an dapat diartikan sebagai program karantina sebagai ajang pembinaan secara berkelompok yang ditargetkan menghasilkan penghafal Al Quran dengan jumlah juz tertentu dalam waktu tertentu. Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan sejak MAN IC Sambas berdiri pada tahun 2016 yang lalu. Rencananya, kegiatan Daurah Al-Qur’an akan menjadi agenda rutin madrasah setiap bulan Ramadhan.

Menurut kepala Madrasah, Mursidin, terdapat 3 alasan utama Daurah menjadi kegiatan unggulan di bulan Ramadhan ini. Pertama, menghidupkan Ramadhan di MAN Insan Cendekia dengan kajian ilmu dan Al-Qur’an. “Kita yakin, bahwa puasa dan Al-Qur’an adalah dua amal yang dapat memberi syafa’at untuk kita, kelak di akhirat. Melalui kegiatan Daurah Al-Qur’an ini kita latih peserta didik MAN IC Sambas untuk mencintai Al-Qur’an, asy-syu’ur Al-Qur’ani (perasaan Qur’ani) sehingga selalu berusaha berinteraksi dengan Al-Qur’an”. Kedua, Peserta didik MAN Insan Cendekia Sambas setiap tahun ditargetkan minimal menambah 1 juz hafalan, sehingga saat lulus nanti paling tidak menambah 3 juz hafalan. Daurah Al-Qur’an ini menjadi ajang mencapai target hafalan dan menambah hafalan bagi yang sebelumnya telah mencapai target tersebut. Ketiga, Al-Qur’an merupakan sumber nilai akhlaq. Dengan mendekatkan pada Al-Qur’an harapannya peserta didik menteladani para Nabi/Rasul yang selalu berpegang pada wahyu yang datang dari Allah dalam menunaikan tugasnya membangun orang dan masyarakat. “Sebagai madrasah akademik, Al-Qur’an dapat dijadikan sumber inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus menjadi pedoman norma bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, sehingga tujuan Prof. Habibie selaku pendiri MAN Insan Cendekia untuk mencetak generasi Indonesia yang berhati Mekah, berotak Jerman, dan berkepribadian Indonesia dapat terwujud” ungkap Mursidin menjelaskan.

Kegiatan Daurah Al-Qur’an diawali dengan pemberian taujih oleh Ust. Zulpiadi, M.A tentang materi Spirit of Ramadhan, motivasi menghafal Al-Qur’an, langkah-langkah interaksi bersama Al-Qur’an dan finish menghafal. Selanjutnya kegiatan 10 hari diisi dengan tasmi’ Al-Qur’an, menghafal, tadarus bersama, qiyamullail, setoran hafalan, dan ujian hafalan. Kegiatan ini dipandu oleh empat orang pembina: Ust. Abdullah Fikri Rijaluloh, S.Pd.I.,  Ust. Edi, S.Pd., Usth. Nur Ummi, S.Th.I., dan Usth Rapita, S.Ud. Setelah menjalani ujian hafalan, peserta didik akan diwisuda bersamaan dengan penyerahan Laporan Hasil Belajar semester genap tahun pelajaran 2017/2018. (ded/hmsic)