MEMPAWAH:  Pondok Pesantren Al Khairiyah Desa Sungai Bundung Kecamatan Sungaia Kunyit Kabupaten Mempawah pada hari Sabtu (18/11/17), telah menggelar kegiatan Istighosah dan Do’a Bersama, yang dirangkai dengan peringatan Hari Pahlawan, Hari Santri Nasional, serta 64 Tahun Madrasah sekaligus Pondok Pesantren Al Khairiyah, di halaman luas lokasi Pondok Pesantren Al Khairiyah.

Hadir kurang lebih 600 orang jamaah beserta para tamu undangan yang sebelumnya telah memenuhi halaman dengan menggunakan tenda ditengah cuaca yang cukup bersahabat, sehingga para tamu undangan dan seluruh santri dapat menyaksikan secara langsung rangkaian acara yang digelar oleh panitia.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berjalan dengan sukses dan lancar, tampak para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Jama’ah Majlis Ta’lim, para Alumni Pondok Pesantren Al Khairiyah, Perwakilan Menteri Agama RI, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Kapolda Kalbar, Kapolres Mempawah, Dandim, dan perwakilan MUI Kalbar.

Beberapa rangkaian acara telah menjadi perhatian semua hadirin yang hadir pada saat itu, proses acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, penampilan pidato tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris, Indonesia oleh santri Pondok Pesantren Al Khairiyah, sambutan pimpinan Pondok Pesantren, Kapolda Kalbar, Sekda Mempawah, Bupati Mempawah, Dandim 1201 Mempawah, dan terakhir penyampaian Mau’idzatul Hasanah atau ceramah agama oleh 3 orang da’i secara bergiliran.

Ketua Yayasan sekaligus mewakili ketua panitia, H. Suryansyah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, ia mengatakan bahwa niatan utama pelaksanaan kegiatan adalah acara reuni yang sekaligus dikemas dengan acara ulang tahun Pondok Pesantren serta memperingati Hari Santri Nasional serta Hari Pahlawan.

H. Suryansyah menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Al Khairiyah adalah Pondok yang didalamnya telah berdiri beberapa lembaga formal, seperti Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah, dan kedepannya akan menghidupkan kembali Madrasah Ibtidaiyah, menurutnya perjuangan mendirikan lembaga ini merupakan perjuangan bersama antara pihak Yayasan, masyarakat Kabupaten Mempawah, Pemerintah Daerah Kabupaten Mempawah, dan bahkan Kementerian Agama RI.

Di hadapan seluruh hadirin, Bupati Mempawa H. Ria Norsan berharap dengan pelaksanaan ulang tahun ke-64, kedepannya Pondok Pesantren Al Khairiyah bisa semakin maju, ia berharap peran ustazd dan ustadzah yang ada di wilayah Kabupaten Mempawah bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan Pondok Pesantren di wilayahnya, Ria Norsan juga berjanji kedepannya ia akan memprioritaskan penyelesaian pembangunan fisik yang saat ini masih banyak diperlukan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al Khairiyah.

Sementara itu Setdirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI K.H.Tarmizi Tohor yang mewakili Menteri Agama mengatakan bahwa peran Pondok Pesantren saat ini sangat penting bagi negara, ia mengatakan “disitu ada jiwa pahlawan disitu ada santri, dari dahulu kita telah diajarkan tentang hubbul wathan minal iman, mulai dari berkembangnya agama Islam di Indonesia saat itu, jika ada santri yang tidak mencintai negara berarti ia bukan santri, karena setiap santri pasti ia mencintai, menyayangi, dan membela negaranya”.

KH. Tarmizi Tohor juga mengatakan berdirinya negara ini dikarenakan adanya kerjasama perjuangan para ulama’, santri, masyarakat, dan TNI/Polri. Menurutnya pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari telah mengajak semua santri untuk berjuang, bahkan perjuangan tersebut juga telah diwariskan kepada anaknya KH.Wahid Hasyim, begitu juga KH. Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah, bahkan beberapa organisasi Islam lainnya juga turut dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dari tangan penjajah.

“mari terus berjuang sesuai dengan versi kita masing-masing, kita sekarang saat ini tinggal mengisi kemerdekaan, saatnya para santri mengisi kemerdekaan ini dengan belajar tekun, sedangkan para Kiyai, para Ulama’ adalah para pelaku yang tidak terhitung lagi dalam menyumbang kepada negara, demi mencerdaskan kehidupan bangsa ini yakni bangsa Indonesia”, pesan KH. Tarmizi Tohor di hadapan semua hadirin.

Sementara Kapolda Kalimantan Barat yang diwakili oleh Edi Handoko turut menyatakan bahwa para Kiyai dan Santri telah memberikan kontribusi yang besar terhadap terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal tersebut senada dengan pernyataan Dandim 1201 Win Nindar yang menyampaikan bahwa pembinaan akhlak merupakan suatu hal yang sangat pokok untuk diterapkan kepada  para pemuda khususnya para santri dan semua pelajar di Indonesia, yaitu peran akhlak yang telah diteladankan oleh Rasulullah SAW.

“Kegiatan seperti ini sangat perlu dilaksanakan, hal ini diharapkan dapat menyatukan hati kita bersama, kita berdo’a bersama-sama untuk menyatukan bangsa Indonesia kedepan, ditengah era kancah pertarungan global negara Indonsia saat ini, hal ini merupakan tantangan yang sangat berat terhadap berdirinya NKRI”, ucap Dandim 1201 mempawah yang mewakili panglima TNI RI.

Hadir pada kesempatan yang sama perwakilan MUI Kalimantan Barat Drs. H. Andi Ja’far Harun, ia menyampaikan bahwa saat ini dilingkungan kita sudah tampak rapuh, menurutnya hal ini dikarenakan sudah masuknya budaya-budaya yang tidak selaras dengan adat dan budaya bangsa Indonesia, sehingga mempengaruhi lingkungan budaya pendidikan bangsa Indonesia, ia mengatakan, satu-satunya harapan yang dapat membentengi hal demikian yaitu Pondok Pesantren.

Andi Ja’far Harun mengatakan Pondok Pesantren merupakan wadah terpenting dalam mendidik orang yang ikhlas, yang merupakan ciri khas sistem pendidikan di Indonesia, dimana keberadaannya diharapkan bisa menangkal segala perbuatan dan budaya negatif.

“Dengan berdirinya Pondok Pesantren Al Khairiyah di Desa Sungai Bundung ini, saya yakin bisa menjadi penangkal masuknya budaya tersebut, oleh sebab itu, selamat atas berdirinya Pondok Pesantren Al Khairiyah yang telah berdiri sejak tahun 1953,” ucap Andi Ja’far Harun yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah.

Kegiatan istighosah dan do’a bersama diakhiri dengan penyampaian taushiyah oleh Habib Ja’far dari Kota Pontianak, sekaligus membacakan istighosah atau do’a bersama untuk kemajuan Pondok Pesantren Al Khairiyah serta do’a yang dikhususkan bagi kemajuan para santri, para Syuhada, Ulama’, Kiyai, TNI/Polri, dan segenap bangsa Indonesia. (Rudi_Mpw).

Berita: