Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat MA dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat MTs yang berlangsung bersamaan di dua lembaga pendidkan islam, selasa (10/4). Pada monev kali ini menyasar USBN dan UNBK yang berada di lantai dua pada madrasah Al-Mustaqim yang berlokasi di Jalan Wonodadi Adisucipto Sungai Raya. Sedangkan di Madrasah Al-Fatwa USBN berlangsung di ruang kelas dan UNBK menginduk ke SMK Panca Bakti Parit Bugis.

Peserta USBN MTs Al-Mustaqim berjumlah 104 siswa/i dan untuk UNBK pada MA Al-Mustaqim ada dua madrasah yang menginduk yaitu MA Minhajul Alimin dan MA Miftahul Ulum. Untuk peserta 71 siswa/i dari MA Al-Mustaqim, 33 MA Minhajul Alimin dan 9 MA Miftahul Ulum yang berlangsung tiga sesi dengan 38 unit komputer.

Pada SMK Panca Bakti ada tiga madrasah yang mengikuti UNBK di tempat ini yaitu MA Al-Fatwa dengan16 siswa/i, MA Miftahul Khairat dengan 14 siswa/i dan MA Nashabandiyah Parit Mas Madu Sari Sungai Raya dengan 23 siswa/i. Pada SMK Panca Bakti menggunakan 55 unit komputer, info Kepala SMK Urai Juanita.

Pada kunjungan ini Jafar mengatakan kelancaran jaringan internet dan kelayakan server sangat menentukan sukses dan lancarnya pelaksanaan UNBK, disamping operator dan teknisi yang handal dalam pendampingan dan pengawasan.

Menurut mantan Kepala Kemenag Kota Pontianak, pelaksanaan UNBK akan berjalan dengan baik kalau semua komponen bisa berfungsi dan bekerja sesuai dengan petunjuk dan bidang masing masing. Apalagi ditunjang dengan sarana dan prasarana yang serba lengkap.

"Saya berharap UNBK tidak ada kendala dalam pelaksanaannya, sekiranya terdapat masalah, pihak madrasah segera melakukan koordinasi dan konsultasi pada pihak-pihak terkait dan yang bertanggung jawab," pintanya.

Mata pelajaran USBN pada hari kedua ini Matematika dan TIK sedangkan UNBK yaitu mata pelajaran Matematika.

Sementara, Kepala SMK Panca Bakti Bu Urai Juanita, SE mengatakan memasuki hari kedua pelaksanaan UNBK ini, pihaknya mengantisipasi kendala listrik dengan berkoordinasi dengan pihak PLN agar jangan ada mati lampu. Sedangkan untuk masalah jaringan, kalau terjadi hambatan dan gangguan server pihaknya beserta operator dan teknisi akan langsung melakukan antisipasi dan koordinasi. (Bond/KKR)