Ngabang, Selasa (14/11), sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Landak mengikuti kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama yang digelar oleh Kantor Kemenag Landak. Kegiatan itu dilaksanakan di hotel hanura ngabang dibuka langsung Kepala Kantor Kemenag Landak, H. Muhammad Natsir. Kegiatan pembinaan ini pun menampilkan dua narasumber yakni, Kabiro Urusan Keuangan dan Akademik IAIN Pontianak, H. Syahrul Yadi dan Komunitas Peduli Keragaman Anak Bangsa Kalbar, H. Romawi Martin.

Kepala Kantor Kemenag Landak, H. Muhammad Natsir meminta kepada para tokoh lintas agama di Landak supaya bisa mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama, khususnya di Landak. Sebab, tokoh agama inilah yang sehari-harinya berada ditengah-tengah masyarakat.

"Kita berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa terus menerus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk terus menjalin keharmonisan hidup antar umat beragama di Landak ini. Tentunya melalui sentuhan-sentuhan keagamaan, sehingga ada kesejukan antar kerukunan hidup beragama di Landak ini, " ujar Natsir ditemui usai membuka kegiatan.

Ia berharap, dengan adanya himbauan tersebut, jika ada sesuatu kejadian yang berbau SARA ditengah-tengah masyarakat, tentunya masyarakat bisa menghadapinya dengan bijak dan tenang.

"Hal ini dikarenakan adanya pembinaan kerukunan hidup antar umat beragama secara terus menerus yang dilakukan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada," ucap Natsir.

Demikian juga dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Landak yang terdiri dari lintas agama supaya bisa membantu pemerintah untuk terus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama di Landak. Selain itu, Kemenag Landak juga terus melakukan pembinaan umat beragama secara rutin.

"Terus berikan himbauan kepada masyarakat supaya tetap memelihara kerukunan hidup beragama di Landak ini," pintanya kemudian.

Sementara itu, salah satu narasumber, H. Syahrulyadi mengatakan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat memang menyatu di FKUB, tapi terpisah.

"Artinya, FKUB pasti tokoh agama. Tetapi kalau tokoh agama belum tentu FKUB. FKUB inikan hanya merupakan wadah organisasi yang menaungi semua agama di Indonesia," ujar Syahrul Yadi.

Ia berharap FKUB untuk menerapkan pendekatan dengan melakukan sejumlah upaya dalam mewujudkan kerukunan antar hidup beragama.

"Upaya yang harus dilakukan yakni, saling kenal mengenal, saling bekerjasama, saling melindungi dan toleransi diantar umat beragama. Kita di Landak khususnya dan Kalbar umumnya, meskipun berbeda-beda agama dan suku, tapi harus tetap satu dengan menjunjung tinggi empar pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," pinta mantan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar ini.

Selain menampilkan narasumber Syahrulyadi, ditampilkan juga narasumber lainnya yakni, dari Komunitas Peduli Keragaman Anak Bangsa Kalbar, H. Romawi Martin. Sedangkan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni, peranan tokoh agama dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama yang berkualitas dan berkesinambungan.

Salah satu tokoh agama Katolik yang mengikuti kegiatan tersebut, Syaidina menyambut baik digelarnya kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama tersebut.

"Dengan adanya pembinaan secara rutin ini, sampai sekarang kehidupan antar umat beragama di Landak dapat berjalan dengan baik. Kita di Landak belum pernah ada konflik agama. Ini dikarenakan kita tetap menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan serta toleransi antar umat beragama," aku tokoh masyarakat Dayak ini.

Irvansuri/pendis

Berita: