Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga bagi setiap orang. Terkadang orang baru menyadari betapa pentingnya sehat di saat sudah jatuh sakit. Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan kepada kita untuk menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara. Salah satunya adalah menjaga atau memanfaatkan waktu sehat sebelum datang waktu sakit.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara : yakni waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.”

Hadits tersebut kiranya sangat familiar. Dan tidak ada satu orang pun yang membantahnya. Begitu penting dan berartinya kesehatan, sehingga orang akan rela melakukan apa saja untuk bisa menjadi sehat. Terutama kalau sudah jatuh sakit. Bagi muslim yang sedang sakit, Agama Islam juga mengatur hak mereka, yang sekaligus juga merupakan kewajiban bagi muslim lainnya.

Ada enam hak muslim terhadap muslim lainnya. Seperti Hadits Rasulullah SAW: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam: jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka berilah dia nasihat, jika dia bersin dan mengucapkan “alhamdulillah” maka do‘akanlah dia dengan “yarhamukallah”, jika dia sakit maka jenguklah dia, dan jika dia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.”

Berdasarkan hadits tersebut, salah satu hak seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah jika sakit, maka muslim lainnya wajib menjenguknya. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Pontianak pada Jumat (8/9/2017). Ketua DWP Kemenag Hj Masfuah Jawani bersama tiga pengurus lainnya sengaja mengunjungi kediaman Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Pontianak Usman R, S.PdI yang sudah beberapa hari tidak masuk kantor karena sakit.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan empati pengurus DWP Kemenag kepada Ny Erna Usman yang juga adalah Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Kemenag Kota Pontianak. Ketika ditanya apa penyakit suaminya? Ny Erna mengatakan bahwa suaminya memiliki kolesterol tinggi dan memiliki riwayat sakit diabetes. Sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan suaminya yang akhir-akhir ini agak melemah.

Adapun keluhan yang dialami Usman seperti gejala stroke ringan. Antara lain kesulitan untuk mengangkat lengan bagian kanannya. Namun, ketika pengurus DWP Kemenag Pontianak datang berkunjung, Alhamdulillah kondisi terakhir Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Pontianak ini terlihat mulai membaik. Dan saat ini Usman masih menjalani terapi rutin untuk pemulihan.*(Sumi/Ptk)

Berita: