SURAKARTA. Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) kota Singkawang, Pemerintah kota Singkawang, dan Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melakukan kegiatan Studi Banding dengan thema Kunjungan Kerja Kaji Tiru ( K3T ) yang dilaksanakan mulai tanggal 20 Nopember 2017 sd 23 Nopember 2017 di 3 (tiga) kota Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kota Surakarta, Kota Salatiga dan Daerah Istimewa Yogyakarta diikuti oleh 15 orang Pejabat Pemerintah Kota Singkawang yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik H.Sofyan Fahri, S.Sos, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Singkawang Apriyanto, S.Sos, beserta 3 (tiga) pejabat jajarannya, Kepala Kantor Kementerian Agama kota Singkawang Drs. H. Nahruji, MSi, serta Pengurus FKUB Kota Singkawang.

Pengurus FKUB Kota Singkawang yang ikut dalam kegiatan K3T tersebut antara lain Ketua Baharuddin,SH, Para wakil ketua FKUB dari Buddha Bong Wui Kong, Kong Hu Cu Drs. Budiman, Hindu Kamil, Kristen Pdt.Matheos Mau, STh, Katolik Drs. Egidius Herman, MSi dan Islam dr.H.Sumardi, MSi. Kegiatan K3T dengan maksud dan tujuan antara lain, membalas silaturahmi yang dilaksanakan oleh FKUB surakarta di kota Singkawang pada bulan Agustus 2017 lalu, dan penyegaran pengurus FKUB Kota Singkawang yang sudah cukup lama belum pernah berkunjung keluar daerah dalam upaya evaluasi kinerja dan evaluasi banding kedaerah lain yang lebih terdepan, K3T ini pula bertujuan menggali sebanyak mungkin informasi dan pengetahuan dalam upaya pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama daerah tujuan untuk dikaji dan ditiru guna dapat diterapkan menyesuaikan dengan sikon yang ada diwilayah kerja FKUB Kota Singkawang.

Rombongan K3T FKUB Kota Singkawang diterima oleh Wakil Walikota Surakarta di ruang Natapraja Sekretariat Daerah Balaikota Surakarta. Dalam sambutannya Wakil Walikota Surakarta menjelaskan bahwa kehidupan Keberagaman di Kota Surakarta sudah sangat bagus, hal ini tercermin dari kegiatan masyarakatnya dalam merayakan hari-hari besar keagamaan seperti Imlek, Perayaan Tahun Baru Islam, Sekatenan/Maulid Nabi, Solo juga dicanangkan sebagai kota sholawat oleh Walikota nya saat ini yang notabene non muslim. “Adalah tidak benar bilamana ada isu-isu negatif yang menyatakan bahwa Solo merupakan Sumbu Pendek dan Sarang Teroris.” ujarnya.

H.Sofyan Fahri, Kaban Kesbangpol kota Singkawang yang bertindak selaku pimpinan rombongan tim K3T Singkawang menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah kota Surakarta yang telah bersedia menerima kedatangan mereka dan disambut dengan hangat oleh pihak Pemerintah kota Surakarta beserta pengurus FKUB nya.

Kegiatan dialog dalam bentuk sharing pengalaman antara pengurus FKUB kedua kota tersebut diperkenalkan pula Peraturan Walikota Surakarta Nomor 6 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Rumah Ibadah, yang memberikan peluang bagi Rumah Ibadah yang berdiri sebelum Tahun 2006 dapat diberikan kemudahan tertentu dalam persyaratan untuk mendapatkan IMB Rumah Ibadah.

Menurut H.Ahmad Sobari, ketua FKUB Surakarta dari 876 Rumah Ibadah yang ada di kota Surakarta 268 diantaranya sudah memiliki IMB Rumah Ibadah. Untuk semakin meningkatkan jumlah Rumah Ibadah agar sesegera mungkin memiliki IMB Rumah Ibadah mereka melakukan Bimtek kepada pengurus Rumah Ibadat yang belum memiliki IMB dan akan memberikan stimulan kepada mereka.

Kunker dilanjutkan dengan kunjungan kerumah ibadah yg ada di wilayah kota Surakarta, dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan jamuan makan malam di resto Lombok Ijo Surakarta. (Baharuddin)

Berita: