Hari rabu (23/5) sore, waktu ba’da ashar, H. Ekhsan, S.Ag, M.Si ,Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, menyampaikan bahwa proses pembangunan KUA Kecamatan Pontianak Utara harus berjalan maksimal. Hal ini dalam rangka persiapan menyongsong pembangunan KUA Pontianak Utara di tahun 2018, karena salah satu KUA di wilayah Kemenag Kota Pontianak yang mendapat bantuan pembangunan melalui dana SBSN adalah KUA Kecamatan Pontianak Utara yang dikepalai oleh Hariyadi, S.Ag. “Kita mendapat informasi dari Kepala KUA Pontianak Utara, Alhamdulillah tahun ini kita ada satu SBSN,” ungkap H.Ekhsan,S.Ag, M.Si saat ditemui diruang kerjanya.

Kemudian, pejabat Kuasa Pengguna Anggaran Kemenag Kota Pontianak ini mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan nantinya harus maksimal. “Paketnya itu, bagaimana pekerjaan itu kita maksimalkan baik dalam pengawasannya nanti, pekerjaannya termasuk dalam hal mutunya kita utamakan,” katanya.

Selanjutnya, pejabat kelahiran Sari Medan, 06 Juni 1970 ini menyampaikan  keinginannya. “Maka karena itu, saya selaku kepala kantor, sekaligus KPA-nya, mau tidak mau harus bagaimana ini terlaksana sebaik mungkin. Artinya pekerjaan ini sesuai dengan RAB yang sudah dibuat oleh konsultan perencananya,” harapnya

Lebih lanjut, Ekhsan menuturkan harapanya dengan membandingkan pembangunan KUA Pontianak Tenggara. “Dengan program SBSN yang sudah dilaksanakan di Pontianak Tenggara itu akan ditingkatkan baik dalam penataannya, mutu dan sebagainya. Karena pontianak tenggara itu terlalu mepet kedepan sehingga halaman tidak ada, informasi ini dari kepala KUAnya. Itu artinya, jalannya hanya tiga meter dari dalam, mungkin tidak sampai dari tangga itu dah jalan,” katanya membandingkan.

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Ketapang ini berharap bangunan KUA Utara nanti tertata indah dengan halaman yang memadai serta sanitasi yang baik. “Kalau tadi saya dapat informasi dari Pontianak Utara, kepala  KUA-nya. Itu tanahnya 14 kali 30 meter. Jadi, bagaimana bangunan ini ada halaman, kemudian sanitasinya dan sebagainya termasuk keindahan dalam penataan bangunan,” jelasnya.

Dan alumnus Master Ilmu Administrasi Bidang Minat Administrasi Publik, Universitas Terbuka tahun 2010 ini merencanakan akan melakukan monitoring terkait dengan proses pembangunan KUA tersebut. “Dalam waktu dekat saya akan turun kelapangan untuk monitoring awal dari pekerjaan ini. Walaupun sudah ditentukan oleh konsultan perencana selesai tapi dalam hal fisik nanti menunggu hasil lelang, nanti kita bisa langsung minitoring. Ini dalam rangka meningkatkan pekerjaan siapapun yang menjadi penyediannya atau kontraktor. Tentunya akan kita sinergikanlah dengan pihak-pihak terkait. Mudah-mudahan ini bisa menjadi lebih meningkatkan pelayanan kepala KUA di kecamatan,” pungkasnya. (Gunawan_Ptk).

Berita: