Usai menerima DIPA tahun 2018 dari Bupati Sanggau pada akhir Desember kemarin, Kakankemenag Kabupaten Sanggau Drs M Taufik mengumpulkan para Kasi dan Bendahara Kantor untuk melakukan pembahasan DIPA.

Usai apel pagi pada hari Selasa (9/01) dilakukan penyerahan DIPA/POK yang dilanjutkan dengan kajian dan pembahasan permasalahan yang ada pada DIPA/POK 2018 ini. Permasalahan penting yang ada adalah di DIPA Pendidikan Islam di mana sebenarnya disitu ada 4 Satker yaitu MIN Teladan, Pendidikan Madrasah, PAI dan Pontren hanya memiliki satu PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Selain itu Tukin untuk Pendis juga belum ada anggarannya. Sementara itu permasalahan juga terjadi di DIPA Bimas Kristen. Sebanyak 15 orang Penyuluh Agama Kristen Non PNS belum ada anggaran honornya. Langkah yang akan dilakukan adalah segera melakukan konsultasi ke Kanwil dan melakukan evaluasi terhadap DIPA secara keseluruhan.

Beberapa permasalahan lain juga dibahas, antara lain Kesiapan Proyek SBSN 2018, rehab rumah Kepala Kantor dan Kantor sendiri. Disepakati akan dilakukan telaah anggaran persatker untuk bisa melakukan rencana pengelolaan anggaran secara tepat dan efektif.

Sementara itu Kakankemenag Sanggau Drs M Taufik kembali mengingatkan bahwa para Kepala Satker dan Bendahara telah terikat pakta integritas. Dengan pakta integritas yang telah disepakati, seluruh tupoksi harus mampu mewujudkan pelaksanaan birokrasi pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan, akuntabel, tepat waktu dan tepat sasaran. (Fathur-Sanggau)

Berita: