NGABANG,– Halal Bi Halal pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Karena untuk bersilaturahmi tidaklah cukup waktunya, dan keterbatasan masing-masing pribadi. Untuk merangkul itu semua dengan meminta pendapat dari alim ulama, dan pemuka agama, dilakukanlah sebuah acara dengan mengundang berbagai unsur masyarakat yang disebut Halal Bi Halal. Hal ini disampaikan oleh Kata Drs H Jawani , M. A g , yang juga Kepala Kankemenag Kota Pontianak saat menjadi penceramah di acara Halal Bi Halal di Kankemenag Kab. Landak.

Selanjutnya di katakannya bahwa merajut silaturahmi itu sangat penting untuk membangun kebersamaan dalam menjalani kehidupan sehari hari, baik dalam kehidupan rumah tangga, di lingkungan tempat kerja, lingkungan masyarakat dan khalayak ramai. ”Yang lebih sangat afdal adalah membamgun silaturahmi dengan kelua rga, anak istri, saudara , orang tua dan dengan mertua", ujarnya.

Dengan sesama tanpa membedakan suku, agama, asal keturunan, semuanya kita bangun silaturahmi untuk terciptanya kehidupan yang rukun dan damai,” ucap Jawani.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Landak, rabu (19/7/2017), Drs H M Natsir mengatakan, Halal Bi Halal, dengan moto ”kita rajut kerukunan dan kebersamaan dalam bingkai silaturahmi menuju Landak bersih dan bermartabat silaturahmi" sangat bermanfaat untuk kita sesama dlm menjalankan kehidupan sehari hari, baik sebagai makhluk pribadi maupun sebagai makhluk sosial.

Tausiyah disampaikan Drs H Jawani M. Ag, dalam tausyiyahnya menekankan pentingnya merajut silaturahmi utamanya di rumah tangga sama anak istri, keluarga tetangga, teman, sahabat dan dengan masyarakat selitarnya dan juga harus merajut silaturahmi dengan makhluk sekitarnya yang keberadaan ada diantara kita dan menjadi pelengkap hidup kita. Irvansuri/pendis

Berita: