SUNGAI DURI – Akreditasi merupakan salah satu dari tiga pilar peningkatan mutu pendidikan, disamping sertifikasi dan evaluasi. Namun banyak madrasah belum terakreditasi karena belum memenuhi delapan standar nasional pendidikan yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, untuk menghadapi akreditasi madrasah, maka Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, Uyung Yuliza, S.Pd.I, melakukan pendampingan akreditasi madrasah, bertempat di MIS Riyadhul Ulum Melapis Kecamatan Sungai Raya, Senin (17/7).

Uyung Yuliza, S.Pd.I menerangkan, semua poin yang dinilai harus sesuai dengan kenyataan dan yang terpenting adalah bukti dari pernyataan tersebut yang biasanya berupa dokumentasi. Pendampingan akreditasi ini juga dilaksanakan untuk membahas poin-poin yang akan menjadi penilaian pada akreditasi nantinya, supaya madrasah dapat menyiapkan diri. “Setiap ada kegiatan memerlukan bukti fisik, bisa berupa dokumentasi kegiatan madrasah atau misalnya ketika kepala madrasah melaksanakan supervisi silahkan difoto sebagai bukti tersebut, dan madrasah yang hendak akreditasi dapat mempersiapkan diri lebih dini,” jelasnya.

Dalam memberikan kemudahan mengelola sistem penilaian akreditasi dapat dilakukan secara mandiri oleh madrasah melalui aplikasi SisPenA (Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah dan Madrasah) Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). SisPenA merupakan aplikasi penilaian akreditasi sekolah/madrasah berbasis Web yang dapat diakses secara online oleh madrasah yang terdaftar, terutama bagi madrasah yang hendak akreditasi.

Kepala MIS Riyadhul Ulum Melapis, Mathaji, S.Pd.I, juga berharap dalam menghadapi akreditasi ini minimal mendapat nilai B, syukur-syukur nilainya A, dan berharap kerjasama seluruh dewan guru dalam menghadapi akreditasi ini. (S2p/bky)