Sambas - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas melalui Seksi Pendidikan Madrasah melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi BOS, PIP, dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) di lingkungan Kementerian Agama Kab. Sambas rabu (10/04/18).

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kemenag H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd, diadakan di ruang aula Kantor Kemenag Kab. Sambas dan diikuti sebanyak 85 peserta yakni terdiri dari kepala TU Madrasah dan bendahara selaku pengelola BOS, PIP, dan BOP .

Rakor kemudian dimulai dengan bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Madrasah oleh seluruh peserta. 

Mendampingi Kepala Kemenag, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Husban, S.Pd.I, M.Pdi menjelaskan maksud dan tujuan Rakor adalah untuk menyamakan persepsi atau pemahaman yang sama bagi pengelola dana BOS, PIP dan BOP. "Memberikan pemahaman yang benar kepada pengelola dana BOS di madrasah dan BOP di RA serta pihak yang terlibat pada penyelenggaraan pada program BOS dan BOP," terangnya. Dengan harapan agar pengelola dana BOS dan BOP benar-benar sesuai dengan juknis pengelolaannya.

Rakor juga dimaksudkan agar pengelola tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat, dilakukan sesuai kebutuhan dan tepat waktu didalam menyampaikan pertanggungjawabannya. "Diharapkan agar tidak ada temuan jika ada pemeriksaan pengelolaan dana BOS dan BOP," tuturnya. Selain itu juga rakor diharapkan dapat menyamakan persepsi atau pemahaman yang sama bagi pengelola dana BOS, PIP dan BOP.

Kepala Kemenag H. Sipni,S.Pd.i, M.Pd  mengapresiasi Kasi Penmad yang cepat, siap dan tanggap sehingga dapat mengumpulkan peserta hari ini terdiri  bendahara MI, MTs, MA negeri dan swasta. Ia juga meminta kepada peserta untuk memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh pemateri terkait juknis BOS, PIP, dan BOP. Diharapkan juga untuk aktif bertanya sekiranya ada hal-hal yang kurang dipahami agar didapatkan jawaban yang benar.

Dalam sambutan sekaligus memberikan materi, Kakankemenag berharap agar peserta dapat membawa hasil yang bisa diterapkan di lingkungan kerja masing-masing. Sebaiknya juknis yang sudah muncul di awal tahun ini dapat sering dibaca, dipelajari, dicermati agar paham, pinta Kakankemenag, dan jika tidak paham diminta untuk bertanya kepada yang memahaminya. "Ini akan mempercepat proses pencairan dana BOS," ucap kepala kantor. (HNK_Humas)

 

Berita: