Sebanyak 30 peserta mengikuti lomba layang-layang hias di Lapangan Terbang (Lapter) Susilo Sintang, Minggu (26/08/2018). Mereka saling beradu memenangkan kompetisi yang digelar dalam rangka memeriahka HUT Kemerdekaan RI ke-73. Ada yang berhasil menerbangkan layang-layang, ada pula yang gagal.

Kompetisi yang digelar di Lapter Susilo itu, adalah yang pertama kalinya. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang Menurunkan 2 orang wakilnya dalam kegiatan tersebut yaitu Bapak  H. Anang Nurkhalis dan Diky Supriadi  dan sesuai dengan ketentuan dari panitia peserta diharuskan menerbangkan layangannya selama kurang lebih 120 menit, dan alhamdulillah Tim Kemenag berhasil meraih Juara II.

H. Anang Nurkhalis salah satu peserta dari Kemenag menyampaikan bahwa Bermain layang-layang diakuinya memiliki kenikmatan tersendiri. “Nikmatnya terasa di hati. Dalam membuat dan memainkan layang-layang ada keasyikan tersendiri dalam hal seni,” tuturnya sembari menggulun benang layang-layang mililnya. 

Dalam membuat satu layang-layang saja, dia menghabiskan waktu sekira satu minggu. Bahan-bahan yang digunaka juga tidak sembarangan. “Bambu yang saya pilih ini bambu tua yag tebal. Berbeda kalau untuk layang-layang biasa, hanya pakai bambu tipis,” jelasnya. 

Kompetisi ini digelar mengingat antusias masyarakat yang dinilai cukup tinggi. Jika bercermin dari even Festinfest Kelam yang digelar beberapa waktu yang lalu, pesertanya bahkan dari luar daerah. “Waktu kegiatan Festinfest, antusiasnya tinggi. Peserta ada yah dari luar daerah,” kata Bupati Sintang, Jarot Wonarno.

Melalui kompetisi ini, ada niatan dari Pemka Sintang untuk melestarikan permainan tersebut. Sebab, permainan tersebut adalah ciri khas bangsa Indonesia. Setiap daerah pun memikiki ciri khas layang-layangnya masing-masing.

“Layangan ini adalah tradisi khas indonesia, setiap daerah punya jenis yang beda-beda. D Sintang ini kita berupaya untuk melestarikannya,” pungkas Jarot. (Akil)

Berita: