Pada hari Senin, 9 Oktober 2017, Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Drs H Ahmadi, M.Ag. melantik 9 pejabat Eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar. Pelaksanaan pelantikan tersebut di gelar di Aula 2 Kanwil Kemenag Kalbar pukul 15.30 Wib.

Pejabat yang dilantik antara lain Dra. Hj. Isriyah sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, H. Kamaluddin, S.Pd.I sebagai Kepala Kantor Kemenag Kab. Mempawah, H. Azharuddin Nawawi, S.Ag sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Mi’rad, S.Ag sebagai Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, H. Sy. Mahmud, SH sebagai Kakan Kemenag Kab. Bengkayang, H. Ruslan, S.Ag, MA sebagai Kakan kemenag Kab. Kayong Utara, H. Sipni, S.Pd.I, M.Pd.I sebagai Kakan Kemenag Kab Sambas. H. Anuar Akhmad, S.Ag sebagai Kakan Kemenag Sintang dan Burtono, S.Th, MM sebagai Pembimas Kristen pada Kanwil Kemenag Prov. Kalbar.

Pelaksanaan pelantikan berlangsung dengan tertib dan lancar. Dalam sambutannya Ahmadi menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan adalah suatu hal yang sangat wajar dalam organisasi modern, oleh sebab itu harus dimaknai sebagai suatu penugasan dalam rangka memberikan penyegaran dan menempatkan SDM sesuai dengan kebutuhan organisasi, sedangkan jabatan adalah sebuah penghargaan, kepercayaan, dan amanah yang harus dilaksanakan sebaik mungkin dan membawa konsekuensi tanggung jawab yang harus dipikul baik terhadap, masyarakat, bangsa, negara dan Allah SWT.

“Jabatan yang diberikan sesungguhnya merupakan amanah dan kepercayaan pimpinan, bukan merupakan hak. Penunjukan saudara–saudara pada hari ini pada jabatan masing masing sudah barang tentu dengan memperhatikan ketentuan yang ada, namun yang tak kalah penting adalah kepercayaan pimpinan kepada saudara atas tugas dan jabatan masing-masing,” jelas Akhmadi.

Kepada pejabat yang baru dilantik Kepala Biro Kepegawaian juga berharap, agar meningkatkan kinerja seoptimal mungkin, memperteguh komitmen, dedikasi dan profesionalisme terhadap tugas sesuai dengan aturan serta meningkatkan kerja sama yang baik diantara sesama pejabat dan staf. Dalam membangun sistem kerja dan mekanisme kerja, yang paling penting adalah membangun komunikasi secara horizontal dan vertikal. Jika kita tidak bisa membangun komunikasi tersebut, maka besar kemungkinan kita mengalami kegagalan dalam bekerja atau paling tidak pekerjaan kita dianggap tidak bisa optimal.

Ahmadi menambahkan bahwa  jajaran Kementerian Agama perlu menyadari bahwa keberhasilan tugas di tengah masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan manajerial tetapi memerlukan integritas moral dan akhlak yang bersumber dari keluhuran ajaran agama, haruslah mewarnai budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama yang ditampilkan baik ke luar maupun ke dalam. (Ir-Inmas).

Berita: