Selasa, 20 Agustus 2019, 10:04 gabrielsalim

Menjadi Kepala Kantor yang jauh dari kota Provinsi sepertinya  sangat sulit karena mobilitas yang begitu tinggi. Kepentingan kegiatan, koordinasi dan konsultasi mengharuskan seorang Kepala Kantor pergi meninggalkan tempat tugas. Lelah bahkan mungkin sakit akrab dengan mereka. Begitu juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H.Abdulbar, S.Ag,M.Pd. Meski bolak balik Nanga Pinoh- Pontianak, Pontianak-Nanga Pinoh selalu dijalani, namun tiada keluhan karena sadar betul akan tugas dan amanah yang diberikan Negara. Setelah memberikan renungan suci pada malam 16 Agustus dan dilanjutkan membaca Doa pada hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2019 dan rangkaian upacara lainnya di Nanga Pinoh.

Pada tanggal 19-20 Agustus 2019 Haji Abdulbar memenuhi undangan Panitia Workshop Kemesjidan dan Temu Konsultasi tentang gerakan dan paham keagamaan yang diselenggarakan oleh Dirjen Urais dan Pembinaan Syari’ah Kementerian Agama RI di Sambas. Workshop dilaksanakan di Hotel Pantura Jaya Sambas  dibuka langsung oleh Bapak Dirjen Urais dan Pembinaan Syari’ah. Hadir dalam acara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar Drs. H. Ridwansyah, M.Si yang mendampingi Bapak Dirjen serta para Kepala Kantor, Kepala KUA, Penyuluh, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Peserta workshop dengan antusias mendengarkan pemaparan materi baik yang disampaikan Bapak Kakanwil maupun yang disampaikan oleh Bapak Dirjen serta berharap agar mendapatkan sesuatu yang bermanfaat sehingga dapat diterapkan dalam pelayanan sebagai ASN Kementerian Agama.

Dalam paparannya Dirjen Urais dan Pembinaan Syari’ah mengatakan bahwa daerah perbatasan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan Negara. "Kedatangan kami disambut oleh pawai memperingati hari kemerdekaan RI di beberapa ruas jalan hingga ke lokasi tujuan. Meskipun HUT RI telah lewat beberapa hari lalu namun perayaannya di Sambas masih terus berlangsung. Ini bukti semangat nasionalisme itu” ujarnya. Direktur menambahkan terkait pemilihan Sambas sebagai tempat acara karena merupakan program lanjutan Desa Binaan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI. Selain itu, yang terpenting ialah dengan kegiatan ini terciptanya kerukunan dan pemahaman ajaran agama yang baik di Kabupaten Sambas. Saat ini banyak paham keagaamaan yang menyimpang. Begitu pula kemasjidnan diharapkan dikelola dengan maksmal oleh takmir masjid. Jadikan Masjid sebagai tempat yang baik dan ramah bagi semua kalangan dari anak-anak hingga orang tua," harapnya  di hadapan peserta

Sementara Kepala Kanwil Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panitia Workshop yang memilih Sambas Kalimantan Barat sebagai tempat penyelenggaraan cara tersebut. Kepada peserta beliau berpesan, agar tetap menjadikan agama sebagai wadah mempererat silaturrahim di internal umat, antar umat dan umat dengan pemerintah. Hal ini dilakukan agar menjadi solusi ketika ada konflik yang harus diselesaikan.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi H. Abdulbar,S.Ag, M.Pd Kepada kontributor www.kalbarkemenag.go.id Gabriel Salim, menceritakan bahwa Workshop ini sangat bagus dan bermanfaat bagi peserta, apalagi para peserta hadir adalah Kepala Kantor, Kepala KUA, Penyuluh, Tokoh Agama dan masyarakat yang setiap harinya berjumpa dengan paham keagamaan di tengah masyarakat. Menjadi sangat relevan dan penting karena mendapatkan informasi terbaru tentang gerakan paham-paham tentang keagamaan, jelas beliau melalui Whatshappnya.

Berita Terbaru

Berita Terkait