Setiap ada peraturan baru, dibutuhkan sosialisasi agar kedepannya dapat menjadi acuan dan diterapkan. Demikian pula dengan keputusan Menteri Agama Nomor 183 dan 184 Tahun 2019 mengenai implementasi kurikulum madrasah. Kantor wilayah kementerian agama provinsi Kalimantan Barat mengadakan sosialisasi KMA 183 dan 184 tahun 2019 yang diikuti seluruh kepala madrasah negeri dan swasta yang ada di wilayah kerja kanwil kementerian agama provinsi Kalimantan Barat.

Bertempat di hotel Merpati Pontianak Jalan Imam Bonjol Pontianak, Kepala MTsN 2 Melawi beserta seluruh kepala madrasah mengikuti kegiatan yang diadakan pada pertengahan Januari lalu. Narasumber dari pusat yaitu Direktur KSKK Madrasah H. A.Umar dan Kasubdit Pendidikan Madrasah.

Pada kesempatan tersebut dipaparkan semua ide dan gagasan besar untuk madrasah kedepan menjadi lebih maju dengan dukungan dana dari donatur untuk mendukung kinerja madrasah swasta umumnya. Untuk madrasah negeri akan diberikan bantuan berupa 50.000 tab bagi siswa dan guru demi mendukung program CBT dan ICT ulangan dan ujian berbasis android.

hal tersebut sejalan dengan isu pelestarian lingkungan sustainable dan eco green dengan mengurangi penggunaan kertas sehingga mengurangi eksploitasi hutan yang menjadi bahan baku pembuat kertas. Paperless akan didukung dengan teknologi informatika, sehingga madrasah dapat terus bertumbuh dan berbenah, berkembang sejalan dengan kemajuan zaman.

Madrasah juga sudah menjuarai program robotik tingkat internasional. Dengan kemajuan yang ada pihak donatur melihat kesungguhan madrasah dalam menjalankan program. Pada kesempatan ini pula ada wacana dari direktur madrasah untuk menyusun payung hukum bagi komite. Kita doakan bersama madrasah mendapat hasil terbaik dari semua kebijakan yang diterapkan oleh para pemangku kebijakan.  

Kepala MTsN 2 Melawi memanfaatkan ajang kegiatan ini untuk bersosialisasi dan bertukar pikiran dengan  para kepala madrasah lain. Ternyata saat ini kepala madrasah sudah banyak yang dijabat oleh wanita. Sebagian dari kamad ini adalah wanita. Persamaan gender benar - benar diterapkan di Kementerian Agama. Sebagaimana Khadijah yang menjadi wanita publik, berkiprah untuk umat sebagaimana laki - laki dengan tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.

Pada kesempatan tersebut Ibu Kamad MTsN 2 Melawi Wiwik Setiyorini, S. Ag berpose bersama Direktur Madrasah dan Bapak Kabid Penmad Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Bapak Syarifendi. Semoga dengan berbekal pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi ini menjadi perbendaharaan dalam menentukan kebijakan dalam mengambil keputusan, demi madrasah hebat bermartabat. (Okta)