Kumandang takbir,tahmid dan tahlil membahana di seluruh penjuru dunia dari masjidil harom di Mekkah sampai di lapangan-lapangan di dusun-dusun. Dari komplek elit sampai ke gang sempit. Semua Muslimin  dan Muslimat, tua muda, besar kecil semuanya bertakbir memuji kebesaran Allah jalla wa’ala bertahmid memuji Allah jalla wa’ala,bertahlil mengesakan Allah yang maha Esa. Semua manusia berhari raya Idhul adha ( yaumun nahr).

Para Khotib menyampaikan khutbahnya dengan pesan-pesan suci dari al qur’an dan hadits Rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam, dengan mengisahkan kembali bagaimana perjuangan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihi salam, Hajar, dan Ismail ’alaihi salam.  Keluarga Ibarahim adalah teladan bagi seluruh umat manusia kesabaran dan keta’atannya akan perintah Allah jalla wa’ala, dilaksanakan dengan sami’na wa atho’na tanpa pernah membantah walau perintah itu sangat berat dan sulit namun keluarga nabiyyulloh Ibrahim ‘alaihi salam melaksanakan perintah dengan sempurna. Inilah sosok Hanif yang semestinya menjadi cermin bagi seluruh keluarga Muslim.

Satu diantara berjuta halaman yang dipergunakan untuk sholat Idhul Adha adalah halaman masjid Attanwir ( jalan arteri Supadio/ Ahmad Yani 2). Selaku khotib dan Imam sholat adalah Pabali Musa mantan wakil Bupati Sambas. Mengantar materi Khutbahnya dengan mengemukakan surah Lukman ayat 12 dan surah almum tahanah Ayat 6. Kedua sosok yaitu Lukmanul Hakim Rodhiallohu ‘anhu dan Ibarahim ‘alaihi salam adalah sosok teladan nyang disempurnakan nikmatnya oleh Allah dengan ilmu dan Hikmah.

Berbicara tentang keteladanan Ibrahim ‘alahi salam sekurang-kurangnya ada 4 keteladanan. Pertama bahwa keluarga ini di bangun dengan nilai-nilai tauhid makanya menjadi keluarga yang kokoh. Yang kedua keluarga ini bahagia karena tampilnya sosok nabiyulloh sebagai pemimpin. Yang ketiga keluarga ini selalu kompak dalam mememnuhi panggilan Allah. Yang ke empat keluarga ini selalu dihiasi dengan ibadah dan doa meminta anak yang sholeh.

Jika seluruh keluarga Muslim meneladani sosok keluarga Nabiyyullah, sang suami menempatkan diri sebagai imam yang bertanggung jawab dunia akhirat tentunya segala sikap tindak tanduk tutur katanya akan menjadi teladan bagi angggota keluarganya. Demikian juga sosok ibu yang telah dititipi rahimnya untuk menerima amanah Allah merawat dan membesarknnya dengan menyandarkan punggungnya dalam menerima amanah kepada sang pemberi amanah Allah jalla wa’ala. Sehingga anak-anak akan tumbuh kembang dalam pertumbuhan dan perkembangan cahaya sunnah.

Harapan semoga semangat berkurban menjadi semangat kita untuk menjadikan seluruh gerak dan tarikan nafas kita menjadi gairah dalam menjumpai wajah Allah jalla wa’ala. ( Sangadah_Inmas)

Berita: