Dalam rangka menumbuhkembangkan semangat kreativitas para guru agama Islam dan meperkuat jalinan silaturrahmi dalam menopang persatuan dan kesatuan nasional maka Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) menggelar kegiatan Ajang Kreatifitas dan Seni (AKSEN) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ke 1 se-Kalimantan Barat Tahun 2018.

Ketua Panitia pelaksana Ridwan, S.Pd.I menyatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong para guru PAI untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembinaan kepada peserta didik.

“Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat  kebersamaan dan profesionalisme setiap sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah dengan memperoleh dukungan dari semua pihak,” imbuhnya.

“Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan April  2018 lalu, namun karena sesuatu dan lain hal, akhirnya kegiatan AKSEN ini baru bisa dilaksanakan pada hari ini, Senin, 13 Agustus 2018,” jelas Ridwan saat menyampaikan laporan panitia pada acara pembukaan.

Adapun cabang lomba yang digelar pada ajang kreasi tersebut adalah Tilawah Alqur’an, Ceramah Agama, Qasidah bagi  guru Wanita dan Lomba Marawis bagi Guru Pria, serta Lomba  kreativitas guru dalam pendidikan Agama Islam.

Ridwan menambahkan bahwa tema kegiatan yang diusung pada kegiatan tersebut adalah “Bersaing dan Berkreasi membangun Prestasi dalam semangat Silaturrahim”.

Kegiatan Ajang Kreatifitas dan Seni Guru Pendidikan Agama Islam perdana ini di buka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimanta Barat, Drs. H. Ridwansyah, M.Si. Dalam arahannya Kakanwil menyambut gembita dan memberiakan apresiasi kepada pengurus KKG yang mempelopori acara ini hingga bisa terlaksana.

“Nantinya kita akan merekomendasikan agar kegiatan Ajang Kreatifitas dan Seni Guru Pendidikan Agama Islam ini tidak hanya ditingkat provinsi akan tetapi akan diusulkan juga menjadi ajang ditingkat nasional,” jelas Ridwansyah.

Oleh karena itu ia berharap kegiatan AKSEN ini bukan yang pertama dan terakhir, akan tetapi program yang berkelanjutan karena telah disiapkan piala bergilir untuk diperebutkan. Jadi program kegiatan ini akan digelar setiap 2 tahun sekali.

Ridwansyah menambahkan bahwa dalam setiap perlombaan tentu ada yang kalah dan ada yang menag, oleh karena itu yang menang jangan bertepuk dada yang kalah jangan berputus asa, anggap kehadiran kita semuanya sebagai pemenang kalaupun ada yang belum berhasil jadikan hal itu sebagai kesuksesan yang tertunda.

Selanjutnya Kakanwil berharap agar semangant kerja keras harus tertanam dalam jiwa seorang guru, lakukan ajang kreatifitas ini sebagai kompetisi secara sehat. “Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun silaturrahmi antar guru yang selama ini tidak pernah bertemu, sehingga melalui kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wadah berfastabiqul Khairot (berlomba-lomba dalam kebaikan), gunakan waktu yang ada jangan disia-siakan sehingga kehidupan kita membawa manfaat bagi orang lain,” harap Ridwansyah.

Selain itu Kakanwil berpesan agar kegiatan ini dijadikan juga sebagai motivasi bagi guru menuju guru yang profesional yakni memiliki beban tugas yang jelas dalam memberikan pelajaran kepada peserta didik, memiliki pemahaman yang cukup terhadap ilmu yang diajarkan kepada peserta didik.

“Jangan sampai ada guru agama tidak pandai ngaji. Bagaimana bisa mengajarkan ajaran agama kalau tidak memiliki pemahaman agama yang cukup,” tegas Ridwansyah.

Selain itu seorang guru profesional harus mempunyai semangat dan bisa meberikan suri tauladani kepada peserta didiknya sehingga semangat keteladanan yang baik akan ditiru oleh siswa-siswinya.

Pembukaan Ajang Kreatifitas dan Seni Guru Pendidikan Agama Islam ke 1 se-Kalimantan Barat Tahaun 2018 ditandai dengan pemukulan Hadrah yang diikuti oleh Group Qasidah La-Tansa dari Kota Pontianak (Ir-Inmas)

Berita: