Kuala Mandor B – Dari Jalan 28 Oktober Pontianak Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A bersama Kasi Pendis H. Agus Safwan, Kepala MAN Kubu Raya Dr. Nana Kusnadi dan staf seksi pendis berangkat menuju Pondok Pesantren Modern Nurul Amin Parit Semangat Baru Kecamatan Kuala Mandor B, rabu(24/1) jam sembilan pagi. Menuju Ponpes ini rombongan melalui jalan sawit tanah kuning dan jalan kayu dengan memakai kendaraan roda dua.

Sesampainya kami disambut oleh santri dan santriawan dengan pertunjukan drum band. Tidak berapa lama kemudian Kabid Pakis Kanwil Kemenag Kalbar H Wildan, S.HI bersama kasi dan staff juga berkunjung ke ponpes ini.

Rombongan Kanwil Kementerian Agama Kalbar dan Kemenag Kubu Raya dikumpulkan di masjid dekat ponpes bersama santri dan santriawan. Pengasuh Ponpes Nasaruddin, S.Sos.I., M.Si dalam pengantarnya menceritakan awal mula pendirian atau sejarah berdirinya ponpes ini. Keunggulan ponpes ini yaitu menggunakan bahasa inggris dan bahasa arab. Untuk bahasa Arab bahkan sudah menembus tingkat nasional dalam kompetisi MTQ, MQK maupun kompetisi lainnya. Selain itu juga memiliki madrasah tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, jelasnya.

Madrasah Aliyah ponpes ini siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), terangnya menutup.

Kepala Kantor Drs. H. Ja’far A. dalam arahannya mengatakan inggin melihat lebih dekat Pondok Pesantren ini. Tidak mudah membangun lembaga seperti ini dimana akses untuk masuk saja melalui jalan kayu, hal ini tidak dapat saya bayangkan, katanya memotivasi.

Harapan kita hari ini adalah Ponpes di mana lingkungan rumah dan sekolah sudah rapuh. Inilah generasi yang mudah di lihat dengan mata dan enak. Santri memiliki budaya yang sederhana dan praktis. Tepat sekali orang tua kalian menitipkan kalian disini. Inilah harapan terakhir kita dalam menyelamatkan bangsa, ujarnya mengapresiasi.

Kemudian ja’far menceritakan pengalaman hidupnya sewaktu menjadi santri di ponpes sulawesi.

Setiap saat kita harus tasawuf dan al-fatihah jika inggin ilmu kita bermanfaat. Jaga kepatuhan kepada guru dengan keikhlasan. Jika timbul benci di hati kepada guru cepat istigfar. Jaga agar ilmu kita menjadi berkah, pintanya.

Terima kasih untuk perhatiannya. Semoga Allah SWT menjadikan kalian menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, tutupnya yang dijawab amin oleh yang hadir.

Wildan dalam arahannya menyatakan kebahagiannya bisa sampai disini dan tak disangka bahwa bisa ketemu dengan rombongan Kemenag Kubu Raya. Dengan pertemuan ini diharapkan terjalin rasa ukhuwah yang menimbulkan empati. Kalian akan memegang estafet kepemimpinan 20 tahun kemudian. Maka dari itu belajar baik dan rajin, pesannya menutup.

Pertemuan ini ditutup dengan doa oleh Nana Kusnadi. Setelah itu acara dilanjutkan dengan meninjau asrama putra-putri dan ruangan kesiapan UNBK serta tower internet yang merupakan bantuan dari Pontianak Post. (Bond/KKR)           

Berita: