SINGKAWANG. Pemerintah Kota Singkawang pada hari Selasa, (8/8) menerima kunjungan kerja dari Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Timur. Rombongan DRD Jawa Timur ini berjumlah 17 orang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hotman Siahaan.

Adapun agenda atau tujuan 17 orang dewan pakar DRD Jawa Timur ini berkunjung ke Kota Singkawang ialah untuk melakukan pertemuan dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang serta 15 Paguyuban etnis yang ada di Kota Singkawang dalam rangka mempelajari proses Akulturasi Budaya dalam meningkatkan Harmonisasi Keragaman Etnik dan Toleransi Beragama di Kota Singkawang.

Hadir sebagai pembicara yang mewakili Pemkot Singkawang yaitu Hery Apriyadi, S.Ag, Assisten I Pemkot Singkawang, Drs. H. Bujang Sukri, Assisten II Pemkot Singkawang, dan Drs. Bakrie Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Singkawang.

Acara yang berlangsung di Aula BAPPEDA Kota Singkawang yang beralamat di Jl. Pelita Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat ini dimulai pada pukul 13.30 dengan pemaparan materi oleh kedua belah pihak.

Menurut Prof. Dr. Hotman Siahaan bahwa jumlah penduduk Provinsi Jawa Timur sekitar 39 juta jiwa dengan 28 kabupaten/kota mempunyai varian budaya yang cukup menonjol. Jatim menyisakan problem-problem Hak Asasi Manusia, konflik kelompok serta berbagai masalah disharmoni dan intoleran sehingga harus belajar keluar daerah. Kota Singkawang sebagai daerah kunjungan kerja menjadi menarik karena mempunyai budaya yang unik serta berdasarkan Survey Setara Institute bahwa Kota Singkawang sebagai Top Rank bersama Kota Salatiga dan Pematang Siantar sebagai kota Toleransi terbaik di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Asisten I Pemkot Singkawang memaparkan bahwa Kota Singkawang merupakan kota dengan keberagaman budaya dan agama yang telah berlangsung dengan baik dan rukun sejak masa pra kemerdekaan Republik Indonesia. Kota Singkawang dengan luas 504 km² juga memiliki satuan Pertahanan dan Keamanan seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) yang cukup banyak sehingga sewaktu-waktu dapat digerakkan. Demikian pula kerjasama dengan stakeholder seperti FKUB dan Ormas yang ada sangat membantu dan mendukung terpeliharanya kondisi yang harmonis dan toleran.

Sementara itu, Ketua FKUB Baharuddin, SH menjelaskan bahwa berbagai friksi dan konflik pernah ada di Kota Singkawang dan diatasi dengan cara berjenjang sebagaimana jenjang peristiwa konflik tersebut terjadi mulai dari tingkat RT, Kelurahan, Kecamatan maupun tingkat Kota. Ia juga menyampaikan pelaksanaan tugas dan fungsi dari FKUB seperti kegiatan sosialisasi dan dialog diarahkan kepada kesepakatan bersama dalam membangun mindset pada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat untuk sepakat hidup rukun dengan mengamalkan dan mempertahankan 4 pilar kebangsaan RI.(Jk/hms)

Berita: